Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Smartphone Trump Mobile T1: Harga Diprediksi Menyentuh Rp15 Juta

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Smartphone Trump Mobile T1: Harga Diprediksi Menyentuh Rp15 Juta Doc: Trump Mobile
Ket. Smartphone pertama Trump Mobile, T1, diprediksi meluncur menjelang akhir tahun.

JAKARTA - Smartphone pertama Trump Mobile, T1, dilaporkan gagal memenuhi sejumlah janji awal yang disampaikan saat peluncuran. Laporan terbaru dari The Verge mengungkap perubahan signifikan terkait harga, desain, hingga proses manufaktur perangkat tersebut.

Dalam laporan itu, The Verge mengaku telah melihat desain T1 yang disebut sudah mendekati versi final. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada sektor kamera yang kini tampil berbeda dari konsep awal.

Jika sebelumnya susunan kamera T1 disebut menyerupai desain iPhone, versi terbaru justru menampilkan tiga kamera belakang dengan susunan vertikal yang tidak sejajar. Perubahan ini menandai pergeseran identitas desain dari gambaran awal yang sempat dipromosikan Trump Mobile.

The Verge juga mewawancarai Don Hendrickson dan Eric Thomas, dua dari tiga eksekutif utama di balik Trump Mobile. Keduanya mengonfirmasi adanya penyesuaian besar yang dilakukan perusahaan menjelang peluncuran resmi T1.

Soal harga, Hendrickson mengatakan bahwa konsumen yang sudah membayar deposit awal sebesar 100 dolar AS tetap akan mendapatkan T1 dengan harga total 499 dolar AS. Harga tersebut disebut sebagai harga perkenalan bagi pembeli gelombang awal.

Namun, Hendrickson menegaskan bahwa pelanggan berikutnya kemungkinan harus membayar jauh lebih mahal. Harga jual T1 ke depan disebut dapat mencapai 999 dolar AS, atau hampir dua kali lipat dari harga perkenalan.

Selain harga, janji terkait proses produksi juga mengalami perubahan drastis. Trump Mobile sebelumnya mengklaim T1 dirancang dan dibuat dengan bangga di Amerika Serikat, sebagaimana tertulis dalam siaran pers awal mereka.

Eric Thomas mengungkapkan bahwa klaim tersebut kini tidak lagi digunakan. Smartphone T1 disebut hanya akan menjalani proses “perakitan akhir” di Miami, Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa proses produksi utama T1 tidak sepenuhnya dilakukan di dalam negeri. Situs resmi Trump Mobile pun kini mengubah narasi pemasaran mereka.

Alih-alih menyebut "Made in USA" situs Trump Mobile kini menggunakan frasa baru, yakni "dengan tangan Amerika di balik setiap perangkat." Perubahan ini dinilai sebagai upaya melunakkan klaim manufaktur sebelumnya.

Hingga kini, Trump Mobile juga belum memberikan kepastian terkait harga final T1. Ketidakjelasan ini menambah daftar janji yang belum terpenuhi sejak pengumuman awal produk tersebut.

Tanggal rilis resmi pun masih belum diumumkan. Meski demikian, situs Trump Mobile masih mencantumkan klaim bahwa smartphone T1 akan dirilis akhir tahun ini.

Belum adanya kepastian soal harga dan jadwal peluncuran menimbulkan tanda tanya di kalangan calon konsumen. Terlebih, perubahan spesifikasi non-teknis seperti harga dan lokasi produksi dianggap krusial.

Laporan The Verge menilai kondisi ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi Trump Mobile dalam merealisasikan ambisi mereka di pasar smartphone. Janji nasionalisme produksi dan harga terjangkau kini tampak semakin menjauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.