Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Tanjung Priok Bongkar Sindikat Gas LPG Bersubsidi 3 Kg Oplosan

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Polres Tanjung Priok Bongkar Sindikat Gas LPG Bersubsidi 3 Kg Oplosan  Doc: RRI/Ryan Suryadi

JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil membongkar praktik pengoplosan gas LPG bersubsidi 3 kilogram di Jakarta Utara. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menyatakan pihaknya telah menangkap lima tersangka dan menyita ribuan tabung gas.

Menurut dia, pengungkapan kasus ini berawal dari serangkaian kebakaran di kawasan pelabuhan. Termasuk insiden yang menimpa sebuah kapal di Pelabuhan Muara Baru.

"Dugaan sementara kebakaran dipicu kebocoran gas hasil oplosan," kata dia, Sabtu (7/2). Para pelaku diketahui memindahkan isi gas dari tabung subsidi 3 kg ke tabung nonsubsidi ukuran 12 kg.

Mereka juga memindahkannya ke tabung nonsubsidi 5,5 kg serta tabung gas portabel. "Semuanya dilakukan menggunakan alat rakitan berupa pipa besi," kata Aris.

Gas subsidi yang dibeli seharga Rp19-21 ribu kemudian dijual kembali dengan harga Rp200-220 ribu melalui tabung 12 kg. Sehingga, dari satu tabung 12 kg, pelaku bisa meraup keuntungan sekitar Rp130 ribu.

Sedangkan dari penjualan gas subsidi melalui tabung gas portabel, para pelaku meraih untung hingga Rp90 ribu. "Dalam satu bulan, rata-rata mereka menghabiskan sekitar 180 tabung subsidi 3 kilogram untuk dioplos," ujar Aris.

Satu pelaku berinisial S berhasil ditangkap di Bogor. Sedangkan empat lainnya diciduk di wilayah Jakarta Utara.

Total barang bukti yang diamankan berupa 1.146 tabung LPG subsidi 3 kg dan 925 tabung gas portabel ilegal. Kemudian 224 tabung 12 kg, enam tabung 5,5 kg, 38 alat suntik rakitan, dan empat mobil bak.

Para tersangka dijerat pasal berlapis, di antaranya UU Cipta Kerja, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Metrologi Legal. Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.

Menurut Aris, polisi masih akan terus mengembangkan kasus ini. "Kami terus menelusuri kemungkinan jaringan yang lebih luas," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.