Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Siap Panggil Pihak Terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 15:40 WIB | Oleh:
KPK Siap Panggil Pihak Terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Jubir KPK, Budi Prasetyo

JAKARTA - KPK memastikan siap memanggil pihak yang diduga mengetahui atau memiliki informasi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut.

“KPK terus menelusuri melalui pihak-pihak yang diduga mengetahui, memiliki informasi. Selain itu, keterangan yang dibutuhkan untuk mengurai, memperjelas, dan membuat terang dari perkara ini," kata jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Senin (27/10).

Meski begitu, KPK belum dapat membeberkan siapa saja pihak yang telah atau akan dimintai keterangan.

“Penyelidikan masih berprogres, jadi memang secara detil substansinya, pihak-pihak yang dimintai keterangan siapa saja, materinya apa, belum bisa kami sampaikan," kata Budi.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemanggilan sejumlah tokoh, seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Prof. Mahfud MD. Budi menyebut hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan proses penyelidikan.

“Nanti kita akan melihat kebutuhan proses penyelidikan perkara ini. Namun demikian, KPK sangat terbuka kepada siapapun yang memiliki informasi, memiliki data, atau keterangan terkait dengan perkara ini,” ujar Budi.

KPK mengatakan bahwa proses penyelidikan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) dimulai sejak awal tahun 2025. Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan, bahwa proses penyelidikan masih terus berprogres.

“Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun. Jadi memang ini masih terus berprogres dalam proses penyelidikan,” kata Budi.

KPK juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk turut berpartisipasi. Budi menegaskan, setiap laporan atau data yang masuk melalui saluran pengaduan masyarakat akan menjadi bahan penting bagi tim penyelidik.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, memastikan tengah melakukan penyelidikan terkait proyek Kereta Cepat.

"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” ujar Asep Guntur Rahayu.

Mahfud MD melalui akun YouTube pribadinya mengungkap dugaan adanya mark up anggaran dalam proyek kereta cepat Whoosh. Menurut dia, terdapat perbedaan signifikan antara biaya pembangunan di Indonesia dan di Tiongkok.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dollar Amerika Serikat. Akan tetapi, di Tiongkok sendiri, hitungannya 17-18 juta dollar AS. Naik tiga kali lipat," kata Mahfud dalam video tersebut.

Mahfud menyebut dugaan mark up itu menunjukkan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan proyek strategis nasional. Mahfud mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih jauh. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Ekonomi India Diproyeksi La...

Dubes AS untuk Yunani Mundur kaena Pelanggaran Etika

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Nasional
BMKG Sebut Penyebab Panas T...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.