Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Menuduh Tiongkok Diam-diam Melakukan Uji Coba Nuklir pada Tahun 2020

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 04:45 WIB | Oleh:
AS Menuduh Tiongkok Diam-diam Melakukan Uji Coba Nuklir pada Tahun 2020 Doc: Istimewa
Ket. AS mengklaim komando militer Tiongkok menggunakan metode khusus untuk menyembunyikan aktivitas seismik guna menetralkan kerja sistem pemantauan internasional.

GENEVA -  Amerika Serikat secara resmi menuduh Tiongkok melakukan uji coba nuklir rahasia selama pandemi tahun 2020.

Dari Militarnyi, delegasi AS pada konferensi perlucutan senjata di Jenewa menyampaikan bukti yang menunjukkan bahwa ledakan nuklir dengan pelepasan energi terjadi pada tanggal 22 Juni 2020.

Washington mengklaim bahwa Beijing memanfaatkan penguncian global dan melemahnya kontrol internasional untuk menguji teknologi baru di lokasi uji Lobnor.

Komando militer Tiongkok menggunakan metode khusus untuk menyembunyikan aktivitas seismik guna menetralkan kerja sistem pemantauan internasional.

Tindakan semacam itu secara langsung melanggar moratorium uji coba nuklir dan merusak arsitektur keamanan global.

AS memandang insiden ini sebagai bagian dari strategi Tiongkok untuk dengan cepat membangun persenjataan strategisnya tanpa transparansi sama sekali.

Skandal ini meletus pada saat kritis, ketika perjanjian New START, yang telah membatasi ambisi nuklir AS dan Russia selama beberapa dekade, berakhir.

Hilangnya mekanisme pencegahan terakhir menciptakan kekosongan yang berbahaya, sehingga Gedung Putih menggunakan tuduhan terhadap Beijing sebagai pengungkit utama untuk menciptakan perjanjian multilateral baru.

Para diplomat AS menegaskan bahwa pengendalian senjata di masa depan tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan Tiongkok, yang saat ini menunjukkan laju ekspansi 'triad nuklir' yang paling dinamis.

Secara tradisional, Beijing menolak semua kecurigaan dan menyebut pernyataan AS sebagai 'narasi palsu'. Pada saat yang sama, pengamat independen dari Organisasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif belum mendeteksi sinyal apa pun yang secara tegas mengkonfirmasi fakta ledakan tersebut.

Sebelumnya, Militarnyi melaporkan bahwa Tiongkok telah secara signifikan meningkatkan produksi senjata rudalnya selama lima tahun terakhir di tengah ketegangan hubungan dengan AS.

Sejak tahun 2020, negara tersebut telah secara signifikan memperluas puluhan fasilitas pembangunan rudal militernya. Dengan dimulainya perang skala penuh Russia melawan Ukraina pada tahun 2022, pekerjaan ini telah berlipat ganda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.