Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran: Negosiasi Satu-satunya Jalan untuk Selesaikan isu nuklir

📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 22:22 WIB | Oleh:
Iran: Negosiasi Satu-satunya Jalan untuk Selesaikan isu nuklir Doc: AFP

ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap mencapai “kesepakatan yang meyakinkan” terkait pengayaan uranium, seraya menegaskan bahwa pengayaan nol berada di luar kerangka perundingan.

Dalam wawancara dengan saluran Al Jazeera yang berbasis di Qatar pada Sabtu, Araghchi menyatakan bahwa persoalan nuklir Iran hanya dapat diselesaikan melalui jalur negosiasi, sambil menyinggung kembalinya Washington ke meja perundingan setelah sebelumnya menempuh opsi militer.

“Negosiasi adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan isu nuklir Iran,” kata Araghchi. Ia menilai dialog dengan Amerika Serikat sebagai “titik awal yang baik”, meski mengakui masih diperlukan jalan panjang untuk membangun kembali kepercayaan kedua pihak.

Ia menegaskan program rudal Iran tidak menjadi bahan perundingan, baik sekarang maupun di masa depan, karena menurutnya hal tersebut merupakan urusan pertahanan.

Araghchi mengatakan Iran siap membangun kepercayaan guna melakukan negosiasi yang realistis dengan tujuan mencapai hasil yang adil dan saling menguntungkan.

Ia kembali menegaskan kesiapan Teheran untuk mencapai kesepakatan yang dapat menenangkan semua pihak terkait pengayaan uranium.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pengayaan nol “tidak ada dalam agenda perundingan”. Menurutnya, pengayaan merupakan “hak yang dijamin” bagi Iran dan harus terus berlanjut.

“Bahkan pemboman pun gagal menghancurkan kemampuan kami,” ujarnya.

Terkait keamanan kawasan, Araghchi mengatakan Iran tidak menargetkan negara-negara tetangga, melainkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan diplomasi nuklir tidak langsung pada Jumat setelah beberapa pekan ketegangan meningkat, dipicu ancaman aksi militer dari Presiden AS Donald Trump.

Araghchi menggambarkan perundingan Jumat itu sebagai “awal yang baik” dan mengatakan pembicaraan dapat berlanjut jika suasana saling curiga dapat diatasi.

Ia menambahkan telah disepakati proses tersebut akan diteruskan dan kedua pihak dapat kembali bertemu di Muscat, Oman.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung “sangat serius”, membantu memperjelas posisi kedua pihak serta mengidentifikasi ruang bagi kemungkinan kemajuan. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.