Piala Afrika: Senegal Puncaki Grup, DR Kongo Tantang Aljazair, Tanzania Cetak Sejarah
📅 Rabu, 31 Des 2025, 08:44 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
RABAT, MAROKO — Senegal melaju ke babak 16 besar Piala Afrika (AFCON) sebagai juara grup, Rabu (31/12) dini hari WIB. Hasil ini membuat Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) harus menghadapi laga berat melawan Aljazair, sementara Tanzania mencatatkan sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Senegal asuhan Pape Thiaw, juara Afrika 2022, menang meyakinkan 3-0 atas Benin di Tangier untuk memuncaki Grup D lewat selisih gol, unggul tipis atas DR Kongo yang meraih kemenangan dengan skor identik atas Botswana di Rabat.
Abdoulaye Seck dan Habib Diallo mencetak gol masing-masing sebelum dan sesudah jeda untuk Lions of Teranga. Kapten Kalidou Koulibaly kemudian diganjar kartu merah, namun Cherif Ndiaye menutup kemenangan Senegal lewat eksekusi penalti pada masa tambahan waktu.
Di laga lain, mantan playmaker Chelsea, Gael Kakuta, tampil gemilang bagi DR Kongo dengan dua gol dan satu assist saat menyingkirkan Botswana yang sudah tersingkir. Umpan tumitnya membuka jalan bagi Nathanael Mbuku mencetak gol pertama di Stadion Al Medina, Rabat. Kakuta lalu menambah gol lewat penalti jelang turun minum, sebelum mencetak gol ketiganya—sekaligus gol ketiga tim, pada menit ke-60. Gol keempat DR Kongo yang dicetak Fiston Mayele dianulir VAR karena handball.
Sempat terbuka kemungkinan Senegal dan DR Kongo finis dengan rekor identik hingga harus ditentukan undian, namun kedua tim akhirnya sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, dengan Senegal unggul dua gol dalam selisih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai juara grup, Senegal mendapatkan undian lebih bersahabat. Mereka tetap di Tangier untuk menghadapi peringkat ketiga Grup E, antara Burkina Faso atau Sudan, pada hari Sabtu. Sebaliknya, DR Kongo harus berjumpa juara 2019 Aljazair pada Selasa depan, dengan potensi bertemu Nigeria di perempat final.
“Kami menginginkan gol keempat untuk mungkin memaksa undian dan mencetak gol sebanyak mungkin demi juara grup,” kata pelatih DR Kongo, Sebastien Desabre. “Itu tidak terwujud, tetapi saya tidak kecewa. Saya bangga. Target mencapai 16 besar sudah tercapai.”
Benin, dengan tiga poin, tetap lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Ini baru penampilan kedua mereka di fase gugur AFCON, dengan tantangan berat menanti kontra Mesir yang diperkuat Mohamed Salah pada Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanzania menorehkan sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya, 45 tahun setelah debut AFCON, usai bermain imbang 1-1 melawan sesama tim lolos, Tunisia, di Rabat. Ismael Gharbi membawa Tunisia unggul lewat penalti jelang turun minum, sebelum Feisal Salum menyamakan skor di awal babak kedua.
Tanzania masih tanpa kemenangan dalam 12 pertandingan AFCON sepanjang empat partisipasi, namun melaju ke 16 besar berkat dua hasil imbang dan satu kekalahan. Tunisia finis runner-up Grup C dengan empat poin, terpaut lima poin dari pemuncak Nigeria. Tanzania unggul produktivitas gol atas Angola untuk merebut satu dari empat slot peringkat ketiga terbaik.
Nigeria mempertahankan rekor sempurna di Grup C setelah menaklukkan Uganda 3-1 meski lawan bermain dengan 10 orang. Paul Onuachu membuka skor di Fes pada babak pertama. Uganda kian terpuruk ketika kiper pengganti Salim Magoola dikartu merah pada menit ke-56 akibat handsball di luar kotak penalti. Raphael Onyedika kemudian mencetak dua gol, sebelum Rogers Mato memperkecil ketertinggalan Uganda.
Di babak 16 besar, Tanzania menghadapi tantangan berat melawan tuan rumah sekaligus favorit juara, Maroko, di Rabat pada Minggu. Sehari sebelumnya, Tunisia akan berhadapan dengan Mali. Nigeria dijadwalkan bertemu peringkat ketiga Grup F, sementara ini Mozambik, pada Senin di Fes.
“Kami tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan tim, tetapi bekerja bersama federasi,” ujar pelatih Tanzania kelahiran Argentina, Miguel Gamondi, yang baru ditunjuk bulan lalu. “Saya sangat bangga, bukan hanya untuk diri saya, tetapi untuk negara. Lolos ke fase gugur adalah pencapaian besar bagi Tanzania.”
“Saya berharap kesuksesan ini menjadi pengingat bagi para pemain dan generasi berikutnya tentang potensi sepak bola Tanzania.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!