Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Forkominhan dan Burhanuddin Abdullah Center Bahas Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 21:52 WIB | Oleh:
Forkominhan dan Burhanuddin Abdullah Center Bahas Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Doc: Forkominhan.
Ket. Diskusi membahas langkah-langkah konkret yang tengah dan akan dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri pertahanan Indonesia, termasuk penguatan ekosistem industri, kebijakan pendukung, serta kolaborasi yang saling menguntungkan.

Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan) menggelar diskusi bersama Burhanuddin Abdullah Center pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan fokus pembahasan mengenai strategi membangun kemandirian industri pertahanan nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan dan ekosistem industri pertahanan agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Diskusi dari pihak Forkominhan dipimpin langsung oleh Ketua Forkominhan, Mardya TNI (Purn) Eris Herryanto, S.IP., M.A., bersama jajaran pengurus yang didampingi diantaranya oleh Sekretaris Jenderal Forkominhan Dr. Ir. Imam supriyadi, M.M., ketua bidang Organisasi dan keanggotaan, Dr. Ir. Marzan A. Iskandar serta ketua bidang Hubungan antar Lembaga luar negeri dan dalam negeri Dr. Ir. Pos Marojahan Hutarbarat.

Pertemuan ini membahas pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga riset, dan sektor pendukung lainnya dalam mendorong kemandirian industri pertahanan.

Dalam forum tersebut, Burhanuddin Abdullah menekankan bahwa tantangan utama pengembangan industri pertahanan nasional terletak pada belum adanya arah kebijakan yang terstruktur dan konsisten dalam jangka panjang.

Burhanuddin Abdullah menyatakan, “pemerintah kita tidak memiliki policy yang jelas untuk perencanaan industri pertahanan nasional, bagaimana membangun inhan dapat melibatkan semua pihak hingga dapat memajukan perekonomian, teknologi dan pembangunan ekonomi di sektor lainnya.”

Ia juga menambahkan bahwa kerangka kerja perencanaan jangka panjang perlu disepakati bersama agar pembangunan pertahanan tidak berjalan parsial dan berubah-ubah mengikuti dinamika jangka pendek.

Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan, “pemerintah haruslah memiliki frame work yang disetujui bersama untuk perencanaan jangka panjang dalam membangun pertahanan nasional, konsistensi haruslah diperlukan.”

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan rekomendasi strategis dalam memperkuat kebijakan, tata kelola, serta arah pengembangan industri pertahanan nasional agar mampu berdampak pada pertumbuhan teknologi dan ekonomi secara lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.