Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Megathrust Pacitan: 20 Bangunan di Bantul Rusak, Kantor Samsat dan SMP Rusak Berat

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Megathrust Pacitan: 20 Bangunan di Bantul Rusak, Kantor Samsat dan SMP Rusak Berat Doc: antara foto
Ket. Kawasan perkantoran Pemkab Bantul, DIY.

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mendata dan mengidentifikasi setidaknya 20 bangunan mengalami kerusakan dampak gempa megathrust Pacitan Magnitudo 6.2 pada Jumat (6/2) dini hari.

"Dampak yang terjadi di Bantul, karena gempa Magnitudo 6.2 berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD itu ada 20 titik untuk kerusakan infrastruktur," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budi Raharja di Bantul, Jumat (6/2). 

Menurut dia, bangunan yang terdampak gempa M6.2 tersebut, di antaranya 11 unit rumah penduduk, dua tempat ibadah, empat titik pada gedung perkantoran pemerintah, termasuk kantor Samsat Bantul, dan satu tempat parkir Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul.

"Fasilitas tersebut rata-rata mengalami kerusakan ringan, kecuali kantor Samsat Bantul yang mengalami kerusakan cukup parah," katanya.

Selain itu, kata dia, ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.

Selain kerusakan bangunan dan fasilitas pemerintah, kata dia, gempa bumi tersebut juga mengakibatkan korban luka yang teridentifikasi sebanyak 36 orang yang tersebar di beberapa kapanewon (kecamatan) wilayah Bantul.

"Korban luka terdata sebanyak 36 orang, dengan menjalani rawat inap delapan orang, sementara sisanya yang 28 orang menjalani rawat jalan," katanya.

Lebih lanjut, Sekda Bantul mengatakan pemkab telah melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah pihak menyikapi gempa bumi di Pacitan, Jawa Timur yang terjadi pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB.

Menurutnya, begitu gempa terjadi, BMKG langsung mendeteksi magnitudo 6.5. "Lalu update koreksi magnitudo 6.4 terus datanya dikumpulkan semua dan analisis dari sensor, jadi fiks magnitudo 6.2. Ini memvalidkan data-data atas sensor yang dimiliki dengan durasi gempa bumi semalam selama 10 detik," katanya.

Menurut dia, gempa M6.2 itu memiliki kedalaman 58 kilometer di selatan Pacitan. Perbedaan data magnitudo adalah hal biasa, sebab BMKG dan pemkab harus memberikan informasi ke masyarakat berdasarkan data sensor awal, kemudian dianalisis dengan sensor berikutnya.

"Setelah itu terjadi gempa susulan sampai dengan siang ini sebanyak 21 kali, dan trennya menurun. Insya Allah semoga aman. Jadi, terjadi gempa besar selalu diikuti dengan gempa susulan yang kecil," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Olahraga
Laga AC Milan dan Inter Mil...

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

2 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kabut Asap Selimuti Kota Pa...
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.