Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembang Serahkan Fasos-Fasum Rp1,36 Triliun

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 04:20 WIB | Oleh:
Pengembang Serahkan Fasos-Fasum Rp1,36 Triliun Doc: Koran Jakarta/Paundra
Ket. Pramono akan tegas terhadap pengembang yang belum memenuhi kewajiban penyerahan fasos dan fasum. Mereka akan terus ditagih. Ini disampaikan saat menerima fasos fasum dari pengembang, di Jakarta, Rabu (4/2).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jakarta menerima penyerahan 26 Berita Acara Serah Terima (BAST) pemenuhan kewajiban fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) senilai 1,36 triliun dari para pengembang. Mereka adalah pemegang Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT), Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), dan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR).

Gubernur Jakarta Pramono Anung yang menyaksikan langsung penandatanganan tersebut mengapresiasi pengembang yang telah memenuhi kewajiban kepada pemerintah daerah. Ia menilai penyerahan fasos dan fasum menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan. “Saya yakin ketika pengembang menyerahkan fasos dan fasumnya, tentu ada harapan agar aset itu dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pengelolaan fasos dan fasum tidak hanya berkaitan dengan pencatatan administrasi, tetapi juga pemanfaatan aset secara nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan antara pemerintah daerah dan pengembang sebagai dasar pengelolaan aset publik. Dia minta seluruh aset yang telah diserahkan segera dimanfaatkan secara terbuka dan bertanggung jawab. Pemprov, kata dia, tidak ingin aset yang sudah diterima hanya tercatat di atas kertas tanpa memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Tidak ada artinya aset diterima lalu disimpan tanpa dimanfaatkan. Saya minta agar fasos-fasum yang sudah diserahkan segera digunakan secara transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat,” ujarnya. Pramono juga menegaskan Pemprov akan bersikap tegas terhadap pengembang yang belum memenuhi kewajiban penyerahan fasos dan fasum. Ia minta Inspektorat Jakarta aktif mengingatkan para pengembang melalui mekanisme surat peringatan dan langkah administratif lainnya.

Apabila peringatan tidak diindahkan, Pemprov akan mengambil tindakan. Menurut Pramono, penegakan aturan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dalam proses pengawasan, Pemprov melibatkan aparat penegak hukum. Mereka termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta berkoordinasi dengan DPRD Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyerahan aset berjalan sesuai regulasi dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Jakarta, Dhany Sukma, menyampaikan, berdasarkan laporan keuangan teraudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2024, total kewajiban fasos-fasum para pengembang Jakarta mencapai 26,92 juta meter persegi. Dari jumlah tersebut, 18,24 juta meter persegi telah diserahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.