Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Dukung ASRI, Sampah Diarahkan Jadi Energi

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Dukung ASRI, Sampah Diarahkan Jadi Energi Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk "Keadilan Ekologis sebagai Jalan Melawan Serakahnomics" di Jakarta, Kamis (29/1).

Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menyatakan pihaknya siap mendukung sekaligus mengawal implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai upaya mencegah krisis pengelolaan sampah nasional pada 2028.

“Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar aksi bersih-bersih atau korve (kerja bakti) rutin. Ini adalah momentum emas untuk menyinkronkan program pemberdayaan masyarakat di Kementerian Lingkungan Hidup dengan target besar Presiden," ujar Meitri dikutip di Jakarta, Kamis (5/2).

Menurut dia, gerakan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan langkah strategis pemerintah dalam merespons ancaman overcapacity Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diproyeksikan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Ia lalu meminta Kementerian Lingkungan Hidup segera memaparkan detail teknis implementasi Gerakan Indonesia Asri dalam rapat kerja bersama Komisi XII mendatang.

Sebagai anggota DPR yang membidangi energi dan lingkungan hidup, Meitri juga menyoroti rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Komisi XII dalam mendorong bauran energi baru dan terbarukan (EBT).

“Kami di Komisi XII akan memastikan program ini terakomodasi dalam peta jalan Kementerian Lingkungan Hidup dan bermitra dengan sektor energi agar sampah benar-benar bertransformasi menjadi sumber daya ekonomi,” kata dia.

Lalu terkait arahan Presiden mengenai penataan baliho dan program gentengisasi, Meitri memandang kebijakan tersebut sebagai bagian penting dalam meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), baik dari sisi estetika maupun kesehatan lingkungan.

“Pesan Presiden mengenai karat sebagai lambang degenerasi atau kemunduran merupakan kritik tajam terhadap tata kota kita selama ini. Kami mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengoptimalkan alokasi anggaran penegakan hukum dan pengawasan lingkungan guna memastikan ruang publik kembali asri, sehat, dan indah sesuai visi besar Presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq telah mengatakan bahwa aksi nyata penanganan darurat sampah dilakukan melalui Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret dari arahan Presiden yang menginstruksikan penguatan konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.