Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Waspada Gelombang 2,5 Meter di Laut NTT pada 5–8 Februari

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 10:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Waspada Gelombang 2,5 Meter di Laut NTT pada 5–8 Februari Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Kondisi saat gelombang laut di pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT.

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut yang mencapai 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 5–8 Februari 2026. 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Kamis(05/2), mengatakan kondisi tersebut dipicu angin kencang yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga 1,25–2,5 di sejumlah wilayah perairan.  

“Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar 8–35 knot yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut,” katanya.

Ia menyebutkan wilayah dengan potensi gelombang 1,25–2,5 meter meliputi Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, perairan utara Flores, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, selat Sumba bagian timur. 

Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.

Untuk itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Kamis (5/2) hingga Minggu (8/2).

Yandri menambahkan, terpantau Bibit Siklon Tropis 98P di sekitar wilayah Darwin, Australia bagian Utara, yang mendukung terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin yang meningkatkan potensi hujan di wilayah NTT.

“Bibit Siklon Tropis 98P diperkirakan bergerak ke arah Barat menjauhi wilayah Indonesia dan dalam 24 jam ke depan memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan meningkatkan kewaspadaan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Sementara itu, bagi operator kapal tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.