Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Bukan Lintasan Siklon, Tapi Kenapa Rentan Terdampak dari Sistem Cuaca? Ini Kata Pakar BRIN

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 19:59 WIB | Oleh:
Jakarta Bukan Lintasan Siklon, Tapi Kenapa Rentan Terdampak dari Sistem Cuaca? Ini Kata Pakar BRIN Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan menjawab pertanyaan dalam diskusi bertajuk “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” di Jakarta, Rabu (4/2).

JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengungkapkan sejumlah daerah di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, rentan terdampak penguatan sistem cuaca meskipun bukan perlintasan langsung siklon tropis.

Dalam diskusi bertajuk “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” di Jakarta, Rabu (4/2), dia menjelaskan bahwa secara geografis Jakarta tidak berada di jalur utama pembentukan siklon tropis karena keterbatasan luas laut lepas atau tidak berhadapan langsung dengan samudera di sekitarnya.

Kondisi itulah yang dinilainya perlu diketahui masyarakat Jakarta sehingga tidak perlu khawatir berlebihan menyusul fenomena Siklon Senyar yang memperparah intensitas hujan hingga memicu bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Meski demikian, dia menyebut siklon tropis yang berkembang di kawasan Samudra Hindia, Pasifik Barat, maupun wilayah sekitar Australia tetap dapat memengaruhi kondisi atmosfer di Jakarta melalui penguatan sirkulasi udara regional.

"Penguatan sistem cuaca tersebut dapat meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, sehingga memicu hujan yang berlangsung dalam durasi panjang dan berpotensi menyebabkan banjir," kata dia, seraya mencontohkan peristiwa banjir yang nyaris melumpuhkan Jakarta tahun 2020 lalu.

Ia menambahkan bahwa saat itu hujan ekstrem berdurasi panjang menjadi faktor dominan dalam kejadian banjir di Jakarta dan bertepatan dengan keterbatasan kapasitas drainase perkotaan - penurunan muka tanah (land subsidance) hingga belasan centimeter per tahun.

"Kerentanan Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh faktor meteorologis, tetapi juga oleh tingginya tingkat urbanisasi, perubahan tata guna lahan, serta berkurangnya area resapan air. Dengan begitu pemahaman mekanisme siklon tropis dan sistem atmosfer pendukungnya penting sebagai dasar penyusunan kebijakan mitigasi banjir berbasis risiko di Jakarta," cetusnya.

Peneliti BRIN berharap penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem berbasis riset dan data resolusi tinggi agar dampak penguatan sistem cuaca terhadap Jakarta dapat diantisipasi lebih dini dan lebih tepat sasaran. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

22 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.