Terdampak Exit Tol Serang–Panimbang, Pemkab Serang Sediakan Lahan Pengganti LP2B
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 14:34 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menyiapkan lahan seluas 22,35 hektare (ha) di Kecamatan Cikeusal sebagai pengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang terdampak pembangunan akses keluar (exit) Tol Serang-Panimba.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Serang, Selasa, mengatakan langkah itu diambil menyusul revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) karena ada alih fungsi lahan sawah menjadi akses infrastruktur menuju Rumah Sakit Adhyaksa dan kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang.
"Karena sebelumnya lahan itu merupakan LP2B dan dialihfungsikan, maka sesuai undang-undang kita harus menggantinya. Lahan penggantinya ada di Kecamatan Cikeusal kurang lebih seluas 22,35 hektare," ujar Zakiyah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) bersama Kejati Banten dan Dinas PUPR Banten.
Ia memastikan bahwa lahan pengganti tersebut memiliki kualitas tanah yang lebih baik dan dalam kondisi siap tanam untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten Ardito Muwardi mengatakan proyek itu memberikan dampak ganda yang positif. Selain memperlancar mobilitas, kewajiban penggantian lahan ini justru memicu peningkatan luas area produksi pertanian hingga 300 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Awalnya lahan yang terpakai sekitar 6,6 hektare. Karena aturannya harus diganti tiga kali lipat, maka luas lahan pertanian justru bertambah signifikan. Ini menjadi pemicu peningkatan produksi pertanian," kata Ardito menjelaskan.
Lebih lanjut Ardito mengatakan proses pengadaan tanah untuk akses tol tersebut diharapkan rampung pada tahun 2026, sehingga tahapan konstruksi fisik dapat dimulai pada tahun depan.
Pembangunan exit tol Serang-Panimba itu diharapkan menjadi solusi mobilitas bagi warga Kragilan dan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan akses menuju pusat pemerintahan dan layanan kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!