Pakistan Berhasil Menewaskan 145 Pejuang Separatis Balochistan
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 02:55 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
QUETTA - Pasukan keamanan Pakistan telah menewaskan sedikitnya 145 pejuang di provinsi Balochistan yang bergejolak dalam operasi pencarian yang diluncurkan setelah serangkaian serangan senjata dan bom terkoordinasi yang menewaskan hampir 50 orang.
Pengumuman pada hari Minggu (1/2) itu disampaikan sehari setelah serangan yang dimulai pada Sabtu pagi di beberapa lokasi di seluruh Balochistan barat daya dan menewaskan 31 warga sipil, termasuk lima wanita, dan 17 personel keamanan.
Dari Al Jazeera, serangan tersebut, yang diklaim oleh kelompok separatis terlarang Balochistan Liberation Army (BLA), mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan keamanan selama berbulan-bulan di provinsi tersebut, melarang pertemuan publik, demonstrasi, dan membatasi pergerakan lalu lintas.
Surat kabar Dawn melaporkan bahwa langkah-langkah tersebut juga melarang penggunaan penutup wajah yang menyembunyikan identitas seseorang di tempat umum.
Sarfraz Bugti, kepala menteri provinsi, mengatakan kepada wartawan di Quetta bahwa pasukan dan petugas polisi merespons serangan itu dengan cepat, menewaskan 145 anggota "Fitna al-Hindustan," sebuah istilah yang digunakan pemerintah untuk menyebut BLA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah pejuang yang tewas selama dua hari terakhir adalah yang tertinggi dalam beberapa dekade, katanya.
“Jenazah dari 145 teroris yang tewas itu berada dalam tahanan kami, dan beberapa di antaranya adalah warga negara Afghanistan,” kata Bugti. Ia mengklaim bahwa “teroris yang didukung India” ingin menyandera orang, tetapi gagal mencapai pusat kota.
Militer Pakistan mengatakan 92 pejuang tewas pada hari Sabtu, sementara 41 tewas pada hari Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami memiliki laporan intelijen bahwa operasi semacam ini sedang direncanakan, dan sebagai hasilnya, kami memulai persiapan operasi sehari sebelumnya,” kata Bugti.
Bugti juga menuduh Afghanistan mendukung para penyerang, dan mengatakan bahwa para pemimpin senior BLA beroperasi dari wilayah Afghanistan.
Baik New Delhi maupun Kabul membantah tuduhan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, India membantah tuduhan tersebut, menuduh Islamabad mengalihkan perhatian dari masalah internalnya sendiri.
“Kami dengan tegas menolak tuduhan tak berdasar yang dilayangkan oleh Pakistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, seraya menambahkan bahwa Islamabad seharusnya menanggapi “tuntutan lama rakyatnya di kawasan tersebut”.
Balochistan, yang juga merupakan provinsi termiskin di Pakistan, telah menghadapi kekerasan dan serangan separatis selama beberapa dekade oleh etnis Baloch yang menginginkan otonomi yang lebih besar dan bagian yang lebih besar dari sumber daya alam di wilayah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!