Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hilirisasi Industri Dorong Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi-Baja Dunia

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Industri Dorong Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi-Baja Dunia Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah), Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza (kanan), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri (kiri) dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2).

Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) mengatakan Indonesia masuk lima besar negara eksportir besi dan baja dunia, setelah adanya kebijakan pemerintah dalam hilirisasi sebagai langkah meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.

"Pada tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-17 sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," kata Mendag dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2).

Selanjutnya, melalui upaya hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri, Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia.

Dalam peringkat terbaru, empat negara di atas Indonesia adalah China peringkat pertama, Jerman kedua, Jepang ketiga, dan Korea Selatan keempat.

"Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," ujar Mendag.

Ia menyebutkan pada tahun 2024, neraca perdagangan besi dan baja (HS 72) Indonesia mencatatkan surplus sebesar 15,08 miliar dolar AS yang berasal dari nilai ekspor sebesar 25,80 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 10,73 miliar dolar AS.

Lalu pada tahun 2025 neraca perdagangan besi dan baja Indonesia mencatatkan surplus yang meningkat menjadi 18,44 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Surplus tersebut didorong nilai ekspor sebesar 27,97 miliar dolar AS. Sementara nilai impor tercatat sebesar 9,53 miliar dolar AS.

"Pencapaian neraca perdagangan yang surplus konsisten ini selaras dengan peningkatan posisi Indonesia di kancah perdagangan global," jelasnya.

Kementerian Perdagangan mencatat perkembangan kinerja ekspor dan impor besi dan baja Indonesia selama enam tahun terakhir. Pada tahun 2020 nilai ekspor besi dan baja mencapai 10,86 miliar dolar AS, sedangkan impor 4,01 miliar dolar AS; di 2021 nilai ekspor komoditi itu naik menjadi 20,93 miliar dolar AS dengan impor mencapai 8,97 miliar dolar AS.

Selanjutnya pada 2022, nilai ekspor besi dan baja Indonesia mencapai 27,80 miliar dolar AS dengan impor 13,87 miliar dolar AS; di 2023 nilai ekspor komoditi itu turun tipis menjadi 26,70 miliar dolar AS dengan impor 15,30 miliar dolar AS.

Kemudian pada 2024, nilai ekspor kembali turun tipis menjadi 25,80 miliar dolar AS dengan impor 15,08 miliar dolar AS; lalu pada 2025 nilai ekspor besi dan baja Indonesia kembali naik menjadi 27,97 miliar dolar AS dengan impor 18,44 miliar dolar AS.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan volume ekspor baja Indonesia melonjak dari 9,3 juta ton pada 2020 menjadi 23,97 juta ton pada 2025.

Ia mengatakan lonjakan itu mencerminkan penguatan kapasitas produksi serta meningkatnya daya saing industri baja domestik di pasar global.

Di sisi lain, impor baja yang sempat meningkat hingga 17,9 juta ton pada 2022, berangsur menurun menjadi 14,8 juta ton pada 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.