Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jemaah Indonesia Diimbau Atur Waktu ke Masjidil Haram Hindari Antrean Bus

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 09:15 WIB | Oleh:
Jemaah Indonesia Diimbau Atur Waktu ke Masjidil Haram Hindari Antrean Bus Doc: antara foto
Ket. Jemaah haji waspadai cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

JAKARTA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Arab Saudi mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dan kepulangan dari Masjidil Haram guna menghindari antrean panjang di halte dan terminal Bus Shalawat.

Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/5), mengatakan bahwa saat ini jamaah dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, sedang terkonsentrasi di Makkah untuk menjalani fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Kepadatan jemaah sangat tinggi, terutama pada waktu shalat. Kami imbau jamaah menyesuaikan waktu keberangkatan dari hotel serta waktu kembali dari Masjidil Haram agar tidak terjadi penumpukan di halte bus,” ujar Muchlis.

Ia menyarankan, jemaah berangkat lebih awal agar mendapat tempat shalat di dalam Masjidil Haram, sekaligus menghindari risiko harus shalat di luar masjid di bawah terik matahari jika masjid sudah penuh.

Usai shalat, jemaah juga diminta tidak langsung pulang. Sebaiknya meluangkan waktu untuk berzikir atau beristirahat sejenak sebelum kembali ke hotel agar tidak berdesakan saat antre bus.

"Setelah shalat, sebaiknya menunggu sekitar satu jam sebelum kembali, agar kondisi halte lebih lengang dan jamaah bisa naik bus dengan nyaman," kata dia.

Muchlis juga mengingatkan jemaah untuk memastikan menaiki bus sesuai rute tujuan masing-masing agar dapat kembali ke hotel dengan tepat.

Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni juga menyampaikan bahwa seluruh armada Bus ?????Shalawat telah dioperasikan untuk melayani jemaah calon haji Indonesia dari 205 hotel di Makkah menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.

“Total ada 445 bus yang dioperasikan. Layanan ini sudah berjalan penuh seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah yang berada di Makkah,” ujar Mujib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.