Australia Open 2026: Balas Kekalahan 2023, Rybakina Taklukkan Sabalenka di Final
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 07:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MELBOURNE, AUSTRALIA — Elena Rybakina menahan gejolak emosinya untuk menuntaskan misi balas dendam atas petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dan merebut gelar Australian Open, Sabtu (31/1). Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam kedua dalam karier petenis Kazakhstan tersebut.
Unggulan kelima berusia 26 tahun itu bangkit dari ketertinggalan 0-3 di set penentuan sebelum menutup laga dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 dalam duel berdurasi 2 jam 18 menit di Rod Laver Arena. Hasil ini menjadi pembalasan setelah Sabalenka mengalahkannya di final Australia Open 2023, dalam pertemuan dua pemukul terkeras di tenis putri.
Gelar di Melbourne melengkapi koleksi Grand Slam Rybakina setelah sebelumnya menjuarai Wimbledon 2022. Lahir di Moskow, Rybakina dikenal berkarakter dingin di lapangan, namun ia mengakui tekanan besar tetap ia rasakan, terutama saat kehilangan set kedua dan ketika harus menyajikan servis penentu kemenangan.
“Sebenarnya jantung saya berdegup sangat cepat, meski mungkin wajah saya tidak menunjukkannya,” ujar Rybakina. “Di dalam, emosinya sangat besar.”
Ia memastikan gelar juara dengan ace keenamnya di final, penegasan gaya bermain agresif yang menjadi ciri khasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Sabalenka, kekalahan ini menambah daftar kekecewaan di partai puncak turnamen mayor. Meski sukses menjuarai US Open tahun lalu untuk kali kedua, petenis Belarus itu kembali gagal di final Prancis Open dan Australia Open. Ini menjadi final Australian Open keempat beruntun baginya.
Unggulan teratas berusia 27 tahun itu tampak menahan air mata seusai laga, menutup kepala dengan handuk untuk menyembunyikan perasaannya. “Mudah-mudahan tahun depan akan menjadi tahun yang lebih baik untuk saya,” ucap Sabalenka dengan nada getir.
“Dia bermain luar biasa. Saya sudah mencoba segalanya dan berjuang sampai poin terakhir.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertandingan berlangsung dengan atap stadion tertutup akibat gerimis. Rybakina langsung mematahkan servis Sabalenka dan unggul cepat 2-0. Ia sempat menghadapi dua break point pada kedudukan 4-3, namun servis kerasnya—termasuk sebuah ace—membantu keluar dari tekanan dan membuat Sabalenka frustrasi.
Rybakina merebut set pertama dalam 37 menit, set pertama yang hilang bagi Sabalenka sepanjang turnamen 2026. Set kedua berjalan ketat, dengan Rybakina menyelamatkan tiga break point dalam gim berdurasi 10 menit. Namun Sabalenka akhirnya memanfaatkan peluang set point pada kedudukan 5-4 untuk menyamakan skor.
Momentum beralih ke tangan Sabalenka di set ketiga. Backhand kerasnya memberinya keunggulan 3-0. Rybakina tampak goyah, tetapi perlahan menemukan ritme, merebut kembali break, dan menyamakan skor 3-3. Pada momen krusial, ia memenangi empat gim beruntun untuk memastikan kemenangan dramatis.
Sabalenka memang masuk final sebagai favorit, tetapi Rybakina tengah berada dalam performa terbaik dalam beberapa bulan terakhir. Ia juga mengalahkan Sabalenka di final WTA Finals akhir musim lalu, indikasi konsistensi yang kini berbuah gelar.
Suntikan Kepercayaan Diri
Rybakina menyebut rasa lega sebagai emosi dominan, disertai keyakinan bahwa performa impresif ini bisa menjadi fondasi kuat untuk sisa musim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!