DPR RI Apresiasi Sido Muncul yang Konsisten Riset, Standarisasi, dan Inovasi
📅 Jumat, 30 Jan 2026, 16:07 WIB | Oleh: Henri pelupessy“Pembuktian ilmiah ini yang kemudian kami sampaikan ke fakultas kedokteran, agar jamu dapat dipahami secara rasional oleh tenaga medis,” katanya.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Juli Emilia, menyampaikan industri jamu memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDRB Jawa Tengah.
“Pada triwulan III 2025, industri pengolahan menyumbang sekitar 33,4 persen PDRB Jawa Tengah. Industri jamu adalah bagian penting dari capaian tersebut,” ujar Juli.
Ia menambahkan, hingga November 2025 nilai ekspor jamu Jawa Tengah mencapai 24,6 juta dolar AS. Produk jamu diekspor ke berbagai negara, antara lain ke Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ke depan, tantangan industri jamu adalah kualitas bahan baku, standarisasi internasional, serta inovasi dan pemasaran. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan,” katanya.
Kunjungan kerja spesifik tersebut diikuti tujuh anggota Tim Komisi VII DPR RI serta Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Bawazir. Kunjungan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat daya saing industri jamu nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!