Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR RI Apresiasi Sido Muncul yang Konsisten Riset, Standarisasi, dan Inovasi

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 16:07 WIB | Oleh:
DPR RI Apresiasi Sido Muncul yang Konsisten Riset, Standarisasi, dan Inovasi Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Komisi VII DPR R melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pabrik PT Jamu Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

UNGARAN – Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk atas keberhasilannya mengembangkan jamu tradisional dengan pendekatan ilmiah dan standar farmasi. 

Apresiasi itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik ke pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nur Santi M.Sc., menyatakan Sido Muncul menjadi contoh nyata transformasi industri jamu nasional. Menurutnya, upaya konsisten dalam riset, standarisasi, dan inovasi menjadi kunci meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap jamu.

“Yang kami lihat di sini bukan hanya pabrik besar, tapi keseriusan membangun jamu berbasis ilmu pengetahuan. Ini patut diapresiasi,” ujar dia.

Evita menambahkan, kunjungan lapangan memberikan pemahaman langsung mengenai proses produksi, teknologi, hingga tata kelola sumber daya manusia.

 Pihaknya menilai, penerapan teknologi modern di Sido Muncul tidak mengorbankan tenaga kerja.

“Kemajuan teknologi sering ditakuti memicu PHK, tapi di Sido Muncul justru berjalan seimbang. Ini poin penting bagi industri,” ujarnya.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, mengungkapkan perjalanan panjang perusahaan dalam membangun kepercayaan publik terhadap jamu. 

Ia menyebut, sejak 1985 Sido Muncul mulai menerapkan standarisasi dengan meniru sistem industri farmasi.

“Jamu selama ini identik dengan pengalaman empiris. Kami ingin jamu juga diakui secara ilmiah,” ujar Irwan.

Irwan menjelaskan, Sido Muncul menghadapi banyak tantangan pada awal penerapan standarisasi, mulai dari keterbatasan modal hingga perbedaan pandangan internal.

 Namun, konsistensi terhadap mutu membuat kualitas produk meningkat dan berdampak pada pertumbuhan penjualan.

Pada 2003, Sido Muncul melakukan uji toksisitas dan uji klinis Tolak Angin melalui lembaga independen.

Hasil uji membuktikan produk aman dikonsumsi tanpa menimbulkan gangguan pada organ tubuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.