Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CEO Terakhir Generasi Ketiga, Irwan Hidayat Siapkan Sido Muncul Menuju Perusahaan Full Compliance dan Regenerasi Kepemimpinan

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 16:10 WIB | Oleh:
CEO Terakhir Generasi Ketiga, Irwan Hidayat Siapkan Sido Muncul Menuju Perusahaan Full Compliance dan Regenerasi Kepemimpinan Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. CEO Irwan Hidayat saat wawancara bersama jurnalis senior Andi F. Noya. Dirinya menegaskan ingin menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga keluarga pendiri Sido Muncul.

JAKARTA – Di usia 79 tahun, sosok di balik kesuksesan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, justru kembali mengambil peran strategis sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Langkah tersebut bukan untuk mengejar prestasi pribadi, melainkan menuntaskan sebuah tanggung jawab moral sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya.

Dalam wawancara bersama Guru Besar dan praktisi bisnis Rhenald Kasali, Irwan menegaskan dirinya ingin menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga keluarga pendiri Sido Muncul.

"Saya punya ikatan moral yang kuat dengan Sido Muncul. Takdir saya ada di sini. Saya ingin memastikan perusahaan ini menjadi perusahaan yang full compliance, sempurna, tidak boleh salah, sebelum saya serahkan kepada generasi penerus," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Irwan, masa kepemimpinannya sebagai CEO hanya akan berlangsung sekitar satu tahun. Setelah itu, kepemimpinan akan diserahkan kepada generasi keempat yang kini telah memiliki pengalaman kerja dan pendidikan yang memadai.

Di tengah sorotan pasar modal terhadap penurunan kinerja penjualan Sido Muncul pada kuartal pertama, Irwan justru mengungkapkan bahwa kondisi tersebut merupakan keputusan yang disengaja.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kembali menjabat CEO, perseroan menghadapi persoalan stok produk yang menumpuk di tingkat distributor hingga mencapai tiga bulan persediaan, terutama untuk produk andalan Tolak Angin dan Kuku Bima.

"Kami sengaja menahan penjualan. Saya lebih memilih kondisi yang sehat daripada sekadar tampilan laporan keuangan yang bagus," kata Irwan.

Menurutnya, penumpukan stok terjadi akibat strategi penjualan yang mendorong distributor membeli dalam jumlah besar demi mengejar target dan mempercantik laporan penjualan.

Dampaknya, harga produk di pasar mulai mengalami tekanan akibat persaingan antar-distributor yang menjual dengan harga lebih rendah untuk mengurangi stok.

"Kami ingin stok kembali normal. Idealnya satu bulan di pabrik dan dua minggu di distributor. Kalau stok terlalu banyak, itu tidak sehat bagi sistem distribusi maupun merek," jelasnya.

Irwan menegaskan bahwa penurunan penjualan yang tercatat bukan disebabkan melemahnya permintaan konsumen. Justru konsumsi produk Sido Muncul tetap stabil, bahkan meningkat di sejumlah wilayah.

"Demand konsumen tidak turun. Yang kami tahan adalah pengiriman ke distributor supaya stok mereka tidak berlebihan," katanya.

Irwan juga menanggapi keluarnya saham Sido Muncul dari indeks MSCI yang sempat menjadi perhatian investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.