Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Dua Kali Trading Halt, Menkeu Purbaya Nilai Hanya Efek Shock Sementara

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 12:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Dua Kali Trading Halt, Menkeu Purbaya Nilai Hanya Efek Shock Sementara Doc: Antara
Ket. Menkeu Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penghentian sementara perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kedua kalinya merupakan efek kejut (shock) sementara di pasar.

Ia memperkirakan tekanan tersebut hanya berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari saja.

"Ini mungkin orang shock akan possibility. Kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kira enggak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).

Menurut dia, gejolak di pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dirinya juga menyoroti pergerakan saham-saham spekulatif yang sejak lama diingatkan untuk dibersihkan dari bursa.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau anda takut lari aja ke situ," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Kamis, pukul 09.26 WIB, dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.

Pada saat itu, IHSG tercatat turun 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Sesuai ketentuan, perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.

Menkeu Purbaya memandang tekanan pasar utamanya dipengaruhi sentimen terkait evaluasi indeks oleh MSCI terhadap transparansi bursa efek Indonesia. Dirinya mengatakan sejumlah catatan yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.

Meski terjadi trading halt hingga dua kali, ia mengatakan tetap optimistis kinerja IHSG ke depan akan menguat bisa menembus level 10.000 pada akhir 2026.

"Optimistis (IHSG) 10.000. Enggak usah takut," ujar Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.