Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah Terendam Banjir Lama, Petani Rorotan dan Marunda Minta Drainase Diperbaiki

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 15:56 WIB | Oleh:
Sawah Terendam Banjir Lama, Petani Rorotan dan Marunda Minta Drainase Diperbaiki Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Banjir merendam sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/1).

JAKARTA -- Petani di Kelurahan Rorotan dan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), meminta agar pemerintah segera memperbaiki sistem drainase di wilayah mereka karena saluran air yang tidak memadai membuat sawah terendam banjir hingga berbulan-bulan dan berujung pada gagal panen.

"Airnya tidak cepat buang. Kalau hujan gede, salurannya kecil, jadi tersumbat," kata salah satu petani yang bernama Sahali di Jakarta Utara, Rabu.

Dia mengungkapkan sekitar dua hektare lahan sawah yang dia kelola tidak menghasilkan panen sama sekali pada tahun ini. Tanaman padi rusak akibat terendam air dalam waktu lama, terutama saat curah hujan tinggi.

Menurut dia, genangan air yang berlangsung lama itu membuat padi membusuk dan diserang hama keong. Kondisi ini menyebabkan hasil pertanian tidak dapat dijual ke pasaran.

Hasil panen padi menurun 50 persen dari biasanya 12 ton menjadi hanya 6 ton akibat banjir yang menggenangi persawahan selama dua minggu setelah diguyur curah hujan tinggi dan aliran kali irigasi yang tidak lancar

"Padinya lodoh, hancur. Jadi, ya, gagal panen, rugi," ucap Sahali.

Selain merugikan secara produksi, banjir juga berdampak terhadap pendapatan petani. Sahali menyebutkan harga gabah anjlok jauh dari harga normal.

"Biasanya, gabah dapat dijual Rp670 ribu-Rp680 ribu per kuintal, kini hanya dihargai sekitar Rp400 ribu per kuintal," ungkap Sahali.

Dia pun berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan banjir permukiman, tetapi juga memperhatikan lahan pertanian yang masih bertahan di wilayah Jakarta Utara.

Dia menilai pembangunan jembatan atau pelebaran saluran air di sekitar sawah dapat menjadi solusi agar aliran air lebih lancar.

"Yang penting airnya bisa jalan. Kalau dibikin jembatan atau saluran dibesarin, mungkin banjirnya tidak lama," ucap Sahali.

Dia juga mengharapkan sejumlah langkah konkret segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan aktivitas pertanian di kawasan pesisir Jakarta Utara dapat bertahan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta agar waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob hingga 3 Februari 2026.

"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 27 Januari hingga 3 Februari 2026," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.