Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendapatan Daerah Melejit! Belitung Catat Rekor Baru di Tengah Efisiensi Anggaran

📅 Senin, 13 Okt 2025, 19:59 WIB | Oleh:
Pendapatan Daerah Melejit! Belitung Catat Rekor Baru di Tengah Efisiensi Anggaran Doc: ANTARA/Apriliansyah
Ket. Bupati Belitung, Djoni Alamsyah mengatakan pihaknya menjaga stabilitas fiskal di Tanjungpandan, Senin (13'/10).

TANJUNGPANDAN - ‎Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer.

‎"Belanja daerah difokuskan pada belanja wajib terutama untuk pelayanan dasar, guna memastikan ‎keberlanjutan pembangunan dan kesehatan fiskal daerah," kata Bupati Belitung, Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Senin.

‎Hal ini disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Belitung dengan agenda jawaban eksekutif atas pandangan fraksi-fraksi di DPRD Belitung terhadap Raperda APBD Kabupaten Belitung tahun 2026.

‎Ia mengatakan, pemerintah daerah telah ‎melakukan revisi terhadap target PAD Tahun 2025 dari awalnya sebesar Rp154,81 miliar menjadi Rp202,35 miliar, atau tumbuh sebesar 30,7 persen.

‎Menurutnya, revisi ini didasarkan pada proyeksi peningkatan kinerja perangkat daerah pengelola PAD, potensi pendapatan yang masih bisa digali, serta dukungan strategi intensif di lapangan dan inovasi digital dalam sistem pelayanan dan pemungutan pajak daerah.

‎Namun, lanjut dia, untuk tahun 2026 target PAD memang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp197,56 miliar. 

‎"Akan tetapi penurunan ini bukan disebabkan oleh penurunan potensi atau kinerja, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian yang realistis dan terukur," ujarnya. 

‎Disampaikan, guna menjawab dinamika fiskal dan kebutuhan pembangunan yang ‎terus berkembang, kata dia, Pemerintah Kabupaten Belitung terus mengambil langkah nyata dan terukur dalam mengoptimalkan seluruh potensi sumber PAD yang menjadi kewenangannya. 

‎Bupati Belitung menambahkan, upaya ini dilakukan melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap objek pajak dan retribusi daerah secara berkelanjutan, dengan tetap berpegang pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

‎Di samping itu, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan PAD melalui penguatan kelembagaan, digitalisasi pelayanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengembangan inovasi daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.

‎"Namun saya sampaikan target PAD di Kabupaten Belitung yakni sebesar Rp197 miliar merupakan target tertinggi dan terbaik dalam sejarah Kabupaten Belitung, belum pernah ada target seperti ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.