Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program 3 Juta Rumah di Sumut Bertambah 5.000 Unit, Kata Gubernur

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program 3 Juta Rumah di Sumut Bertambah 5.000 Unit, Kata Gubernur Doc: Antara
Ket. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kelima kanan) serta anggota DPR RI Musa Rajekshah (ketiga kanan) mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait (keempat kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (keenam kiri) bersama penerima kunci rumah program FLPP pada sosialisasi kredit program perumahan di Medan, Kamis (9/10).

Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyebut, kuota Program 3 Juta Rumah bertambah sebanyak 5.000 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Sumut.

"Kita sangat berterima kasih kepada pak menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini," ungkap Bobby usai sosialisasi kredit program perumahan di Medan, Kamis (9/10).

Tambahan ini, lanjut dia, membuat total kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di wilayah Sumut meningkat dari 15.000 menjadi 20.000 unit.

Penambahan ini disetujui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait usai Gubernur Sumut Bobby Nasution mengusulkan peningkatan kuota KPR program FLPP tahun depan.

Namun, Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara ini memutuskan tidak perlu menunggu waktu lama, dan memberikan tambahan kuota KPR program FLPP itu tahun ini juga.

"Developer, kontraktor hingga pemasok bahan bangunan semua menyatakan siap. Jadi kita harus optimistis target ini bisa tercapai," tegas Bobby.

Gubernur juga menyebutkan, saat ini masih terjadi kesenjangan hunian perumahan yang masih tinggi di Indonesia mencapai sekitar 938.217 rumah tangga.

Bobby juga menilai, tambahan kuota KPR program FLPP bagi MBR tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat Sumut.

"Backlog kita cukup tinggi. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, belum lagi yang layak huni. Jadi, harus kejar agar masyarakat kita segera memiliki tempat tinggal yang layak," kata Bobby.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, bahwa pentingnya kerja sama seluruh pihak terkait agar target pembangunan rumah subsidi ini dapat tercapai dalam waktu yang singkat.

"Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Ini tinggal tiga bulan lagi, jadi harus kompak. Nanti pak gubernur bantu soal perizinan, bank bantu soal pendanaan, dan lainnya," ujar Maruarar.

Ia juga menekankan, Program 3 Juta Rumah tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian yang layak, tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem pembangunan perumahan yang kuat.

"Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas. Ada penjual material, kontraktor, developer hingga perbankan. Seperti saat ini, BRI permudah UMKM bidang konstruksi mengakses pendanaan,” kata Ara.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian yang turut menghadiri sosialisasi ini menambahkan, sektor perumahan memiliki efek ganda signifikan terhadap perekonomian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.