Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng World Economic Forum, Indonesia Gelar Ocean Impact Summit Perdana di Bali 2026

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 18:34 WIB | Oleh:
Gandeng World Economic Forum, Indonesia Gelar Ocean Impact Summit Perdana di Bali 2026 Doc: ANTARA/Jojon
Ket. Arsip - Foto udara, nelayan mencari ikan di Perairan Selat Muna di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/1).

JAKARTA - Indonesia menggandeng World Economic Forum (WEF) untuk menggelar Ocean Impact Summit (OIS) pertama di Bali pada 8–9 Juni 2026, sebagai langkah strategis mendorong kepemimpinan global di sektor kelautan.

Ketua Tim Kerja Sama Multilateral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Desri Yanti dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, menyampaikan kolaborasi dengan WEF akan meningkatkan kredibilitas OIS secara global.

Ia menambahkan pelaksanaan OIS diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai hub ekonomi kelautan, bukan hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat global.

"Harapan ke depan menjadikan Indonesia sebagai hub ekonomi kelautan tidak hanya di Asia Tenggara tapi global, karena posisi kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Hendra Yusran Siry menambahkan selain WEF, pelaksanaan OIS 2026 juga mendapat dukungan dari OceanX, organisasi nirlaba global yang berfokus pada inovasi teknologi kelautan berkelanjutan.

Menurut Hendra, kerja sama ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi pemanfaatan sumber daya laut yang sejalan dengan prinsip ekonomi biru, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ia mencontohkan potensi pemanfaatan alga laut Indonesia untuk industri plastik biodegradable, serta pemanfaatan biota laut dalam untuk pengembangan biokosmetika dan biofarmakologi.

“Ini akan menjadi industri masa depan. OIS adalah jalan strategis untuk mendorong inovasi dan investasi tersebut, yang harus dilakukan secara berkesinambungan agar mitra dan calon investor dapat memahami potensi besar yang dimiliki Indonesia,” tuturnya.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto Darwin menambahkan OIS akan menjadi forum internasional yang menghadirkan perwakilan negara dan pimpinan organisasi dunia.

“Persiapan sudah kami mulai, dan event ini salah satu momen penting untuk pengembangan potensi kelautan dan perikanan kita secara inovatif, berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru,” ujarnya.

Dukungan WEF terhadap OIS Bali ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan petinggi WEF di sela WEF Annual Meeting 2026 di Davos, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan tahunan WEF tersebut berlangsung pada 19–23 Januari 2026 dan dihadiri lebih dari 3.000 pemimpin global dari 130 negara, termasuk 850 CEO perusahaan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Daerah
Wali Kota Surabaya Ajak Mah...
Luar Negeri
Agresif Tekan Angka Krimina...

Menaker Buka Pemagangan Nasional 2026

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menaker Buka Pemagangan Nas...
Luar Negeri
Kolombia Diguncang Gempa Da...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.