Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Popularitas PM Takaichi Melorot Jelang Pemilu

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Popularitas PM Takaichi Melorot Jelang Pemilu Doc: AFP/Yuichi Yamazaki
Ket. Sanae Takaichi

TOKYO - Angka jajak pendapat Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang tadinya sangat tinggi, telah merosot karena para pemilih mempertanyakan bagaimana ia akan membiayai janji pemotongan pajak yang baru-baru ini ia buat, menurut survei media yang dirilis pada Senin (26/1).

Tingkat persetujuan terhadap pemerintahan pemimpin nasionalis itu turun menjadi 67 persen dari 75 persen pada Desember, dan berada di bawah 70 persen untuk pertama kalinya sejak ia menjabat Oktober lalu, menurut survei akhir pekan oleh surat kabar Nikkei.

Penurunan tersebut terjadi ketika PM Takaichi menghadapi kritik karena tiba-tiba menyerukan pemilihan umum sela pada 8 Februari, hanya lebih dari setahun setelah pemilihan majelis rendah terakhir pada Oktober 2024 untuk masa jabatan empat tahun.

Pada Senin, PM Takaichi akan bergabung dengan para pemimpin oposisi untuk diskusi panel yang disiarkan televisi guna membahas kebijakan mereka.

Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, mengatakan pemilihan umum ini diperlukan untuk melihat apakah masyarakat mendukungnya dan pemerintahan koalisi barunya.

Setelah pengangkatannya tiga bulan lalu, Takaichi harus bergegas membentuk koalisi antara Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dan Partai Inovasi Jepang (JIP) untuk mendapatkan mayoritas tipis di majelis rendah yang berpengaruh.

Kemenangan dalam pemilihan juga akan memungkinkannya untuk mengklaim mandat yang lebih kuat meskipun Partai LDP sendiri sedang berjuang melawan peringkat persetujuan yang rendah dan serangkaian skandal.

Di antara janji kampanyenya adalah menghapuskan pajak konsumsi makanan selama dua tahun, serupa dengan janji oposisi untuk memotong berbagai pajak, tetapi ia belum memberikan rincian tentang bagaimana cara membiayainya.

"Namun, 56 persen responden dalam jajak pendapat Nikkei terbaru mengatakan mereka tidak berpikir tarif pajak nol untuk makanan akan efektif melawan kenaikan harga," kata harian bisnis tersebut.

Jajak pendapat serupa yang dilakukan akhir pekan lalu oleh surat kabar liberal Mainichi Shimbun juga menunjukkan peringkat persetujuan Takaichi turun menjadi 57 persen dari 67 persen yang terlihat pada Desember.

Mainichi mengatakan banyak orang merasa frustrasi atas pemilihan umum yang mendadak tersebut, karena memperlambat perdebatan legislatif tentang anggaran pemerintah baru sebelum tahun fiskal Jepang berakhir pada bulan Maret.

Jajak pendapat terbaru dari Yomiuri Shimbun, surat kabar terlaris, juga menyebutkan popularitas pemerintah turun empat poin menjadi 69 persen, dengan banyak orang berharap melihat lebih banyak program ekonomi untuk mengatasi kenaikan harga yang melonjak. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.