Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Partai Pro-Militer Myanmar Klaim Menang Pemilu Versi Junta

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Partai Pro-Militer Myanmar Klaim Menang Pemilu Versi Junta Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
Ket. Petugas menghitung suara awal di tempat pemungutan suara setelah pemungutan suara berakhir untuk fase ketiga dan terakhir pemilihan umum Myanmar di Mandalay, Minggu (25/1).

YANGON - Partai pro-militer dominan di Myanmar memenangkan pemilu yang diselenggarakan junta, ujar seorang sumber partai kepada AFP pada Senin (26/1), setelah pemungutan suara selama sebulan yang oleh pemantau demokrasi dinilai hanya sebagai upaya mengemas ulang kekuasaan militer.

Dikutip dari Channel NewsAsia, meski militer menyatakan pemilu tersebut akan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, tokoh demokrasi populer Aung San Suu Kyi masih ditahan sejak kudeta dan partainya telah dibubarkan. Para pengkritik juga menilai pemungutan suara itu telah direkayasa untuk menguntungkan sekutu militer.

“Kami sudah memenangkan mayoritas,” kata seorang pejabat senior Partai Union Solidarity and Development Party (USDP) dengan syarat anonim karena tidak berwenang mengungkap hasil sementara.


“Kami berada pada posisi untuk membentuk pemerintahan baru,” ujarnya, setelah tahap ketiga dan terakhir pemungutan suara digelar pada Minggu. “Karena kami menang dalam pemilu, kami akan melangkah ke depan.”

Banyak analis menggambarkan USDP sebagai perpanjangan sipil dari militer, yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 dengan menggulingkan pemerintahan demokratis Suu Kyi.

Pemungutan suara tidak dilakukan di wilayah luas yang dikuasai kelompok pemberontak yang bertempur dalam perang saudara pascakudeta, menjadi alasan lain bagi pihak yang meragukan legitimasi pemilu tersebut.

Hasil resmi diperkirakan akan diumumkan akhir pekan ini.

Lima tahun setelah kudeta, para analis menilai militer mengatur pemilu ini untuk memberi kesan legitimasi sipil atas kekuasaannya.

Saat meninjau tempat pemungutan suara di Kota Mandalay pada Minggu dengan mengenakan pakaian sipil, pemimpin junta Min Aung Hlaing tidak menutup kemungkinan akan menjabat sebagai presiden pemerintahan baru. Jabatan tersebut akan dipilih oleh mayoritas anggota parlemen setelah parlemen bersidang pada Maret mendatang.

“Meski hasil pemilu di dalam Myanmar tidak pernah diragukan, hasil yang paling penting adalah respons komunitas internasional,” kata pakar PBB Tom Andrews pekan lalu.
“Penerimaan internasional terhadap proses curang ini akan memundurkan upaya penyelesaian krisis secara nyata.”

Partai-partai yang memenangkan 90 persen kursi pada pemilu 2020 tidak muncul dalam surat suara kali ini, menurut Asian Network for Free Elections.

Di wilayah yang dikuasai junta, perbedaan pendapat telah diberangus, dengan undang-undang baru yang menghukum aksi protes atau kritik terhadap pemilu hingga 10 tahun penjara.

Lebih dari 22.000 orang saat ini mendekam di penjara junta, menurut kelompok pemantau Assistance Association for Political Prisoners.

Penolakan Internasional

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.