Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Lima Tanda Tubuh Anda Kelebihan Asupan Protein, Berbahayakah?

📅 Senin, 26 Jan 2026, 20:11 WIB | Oleh:
Ini Lima Tanda Tubuh Anda Kelebihan Asupan Protein, Berbahayakah? Doc: Antara/HO-Shutterstock
Ket. Ilustrasi diet rendah karbohidrat.

JAKARTA - Tubuh memerlukan makanan yang mengandung protein setiap harinya agar metabolisme tubuh sehat.

Meski demikian konsumsi protein juga memiliki memiliki takaran yang direkomendasikan per harinya. Dikutip dari laman Everyday Health, Senin (26/1), profesor bidang nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health di Boston, Teresa Fung RD mengatakan sebagian besar orang sudah mendapatkan protein yang cukup.

Konsumsi protein berlebih bisa menyebabkan masalah dalam jangka panjang terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kolesterol tinggi atau penyakit ginjal.

1. Dehidrasi

Kelebihan protein dapat muncul dengan berbagai tanda seperti dehidrasi yang dapat meliputi rasa haus, lelah, pusing, atau kepala terasa ringan, serta kulit yang sangat kering, mata cekung, atau mulut kering.

Seorang profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh Babak Razani, MD, PhD mengatakan ketika seseorang mengonsumsi protein lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh, ginjal akan bekerja ekstra untuk memprosesnya.

Saat protein dicerna, nitrogen perlu dikeluarkan dari tubuh. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan dehidrasi.

2. Urine berbusa

Kadar protein yang tinggi juga dapat ditandai dengan urine berbusa karena urine yang tinggi protein (proteinuria), berpotensi serius dan dapat menjadi indikator kerusakan ginjal.

Rasa ingin buang air kecil terus-menerus juga merupakan gejala lain dari proteinuria dan mungkin merupakan indikasi lain bahwa terlalu banyak mengonsumsi protein, yang juga merupakan proses yang sama dengan dehidrasi karena akan sering buang air kecil kata Kristin Kirkpatrick, RDN , seorang ahli diet-nutrisi terdaftar di Cleveland Clinic di Ohio dan pendiri serta presiden KAK Consulting.

3. Batu ginjal

Razani mengatakan jika memiliki riwayat batu ginjal atau faktor risiko untuk kondisi tersebut, seperti rentan terhadap infeksi saluran kemih, mengonsumsi terlalu banyak protein hewani dapat menyebabkan batu ginjal karena sering buang air kecil untuk mengeluarkan kelebihan nitrogen dari ginjal dapat mengganggu tingkat keasaman normal dalam urine dan memicu produksi oksalat, yaitu zat-zat di hati yang membentuk batu ginjal.

Tanda-tanda batu ginjal yang khas dapat meliputi nyeri tajam di sisi tubuh, punggung bawah, dan perut; nyeri saat buang air kecil; dan darah dalam urine.

4. BAB tidak teratur

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Couch Herdman Ajak Tim Teta...
Daerah
Bediding Bukan Fenomena Cua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.