Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puasa Sudah Dekat, Polemik Pedagang Pasar Pagi Samarinda Diharapkan Tidak Berlarut-larut. DPRD Turun Tangan

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 12:31 WIB | Oleh:
Puasa Sudah Dekat, Polemik Pedagang Pasar Pagi Samarinda Diharapkan Tidak Berlarut-larut. DPRD Turun Tangan Doc: ist
Ket. warga memerlukan pasar

SAMARINDA – Ada ganjalan utama dalam proses penempatan kios baru Pasar Pagi Samarinda, Kaltim. Ganjalan itu utamanya adalah soal validasi data administrasi terhadap 379 pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang resmi.

"Maksimal 18 Februari 2026 sudah terisi semua Pasar Pagi, karena kita mau mengejar momen menjelang bulan puasa, karena omzet penjualan cenderung meningkat drastis," kata Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi di Samarinda, Sabtu (24/1).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda kini turun tangan untuk mengurai benang kusut masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdata tersebut agar tidak mengorbankan hak pedagang lama.

Iswandi menegaskan pihaknya akan segera melakukan komunikasi intensif dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk memastikan kendala administratif ini tidak menghapus hak pedagang untuk berjualan.

Kisruh data ini mengakibatkan ratusan pedagang yang memegang dokumen sah terancam tidak bisa masuk ke gedung pasar yang baru dibangun tersebut jika tidak segera diselesaikan.

Koordinator Pemilik SKTUB Resmi dengan NIK Tidak Terdata, Ade Maria Ulfah, mendesak agar polemik perbedaan data ini segera diakhiri agar nasib mereka tidak terkatung-katung tanpa kepastian.

"Kami minta kepastian, kita minta data yang kami masukan tadi datanya diproses dan kami mendapatkan hak kami kembali," tegasnya.

Para pedagang merasa terjebak dalam situasi birokrasi yang rumit di tengah kondisi ekonomi mereka yang semakin terpuruk selama berada di lokasi penampungan sementara.

Selama masa relokasi di Segiri Grosir Samarinda (SGS), polemik lokasi dagang ini diperparah dengan penurunan omzet yang sangat tajam hingga membuat banyak pedagang gulung tikar.

Ade mengungkapkan fakta miris bahwa pendapatan rekan-rekannya di tempat penampungan saat ini seringkali hanya cukup untuk membeli makan hari itu saja.

Ketidakpastian jatah kios di gedung baru membuat para pedagang tidak berani menyetok barang dalam jumlah besar untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

"Mereka berharap sengketa data ini dapat tuntas sebelum momen puasa tiba agar aktivitas ekonomi di pasar legendaris tersebut dapat pulih seperti sedia kala," jelas Ade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.