Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Townhall Meeting Jelang Nataru dan Cuaca Ekstrem, Ini Siasat Pemprov DKI Demi Menjaga Kota

📅 Rabu, 03 Des 2025, 14:30 WIB | Oleh:
Townhall Meeting Jelang Nataru dan Cuaca Ekstrem, Ini Siasat Pemprov DKI Demi Menjaga Kota Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Townhall Meeting bersama para camat, lurah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Balai Kota Jakarta pada Rabu (3/12). Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa seluruh jajaran kewilayahan harus bergerak serempak jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta menghadapi prediksi cuaca ekstrem pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Dalam forum tersebut, Pramono menegaskan bahwa ketahanan Jakarta tidak mungkin bergantung pada satu-dua institusi saja. Ia menyebut kerja kolektif antara jajaran pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan stabilitas kota selama periode liburan dan peningkatan curah hujan.

"Kehadiran kita bersama hari ini adalah momentum untuk menguatkan komitmen menjaga Jakarta. Tidak mungkin kota ini dijaga hanya oleh gubernur, kapolda, atau pangdam saja. Semua harus bekerja bersama," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gerakan Jaga Jakarta kini telah menjadi percontohan bagi daerah lain. Hal tersebut dianggapnya sebagai bukti bahwa kolaborasi tingkat lokal mampu menghasilkan dampak besar dalam menjaga kenyamanan dan keamanan ruang publik di ibu kota.

Gubernur Pramono meminta camat dan lurah untuk memperkuat komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan cepat. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran jajaran kewilayahan di lapangan untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kualitas layanan publik agar bebas dari pungutan liar.

"Dalam Jaga Jakarta, kita harus membangun citra kota yang baik, ruang publik yang tertata, dan pembangunan yang berorientasi pada target kita menjadi kota global," katanya.

Ia turut menyoroti sejumlah pekerjaan kota yang harus segera diselesaikan, termasuk pembersihan tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said pada awal 2026. Proyek tersebut akan dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian dan ruang terbuka hijau yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan hingga 14 persen dan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.

Selain itu, penyelesaian lahan Sumber Waras dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. Pramono menyebut hal ini sebagai bagian dari percepatan penataan kota yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan hanya penyelesaian administratif semata.

Terkait cuaca ekstrem, Pramono mengingatkan seluruh jajaran untuk bersiap menghadapi curah hujan yang diperkirakan mencapai 300 milimeter. Ia menginstruksikan Dinas SDA memastikan seluruh pompa berfungsi optimal, mempercepat normalisasi sungai, serta meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik rawan banjir seperti bantaran Ciliwung dan Krukut.

"Kalau ada saluran yang kurang baik, segera laporkan dan koordinasikan. Kita harus siap menghadapi curah hujan tinggi, hujan lokal, dan potensi rob yang mungkin terjadi bersamaan," tegasnya.

Ia juga meminta lurah dan camat memanfaatkan rumah ibadah sebagai sarana penyampaian peringatan dini jika diperlukan. Menurutnya, optimalisasi jaringan sosial masyarakat akan mempercepat proses mitigasi dan membantu warga merasa aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Dan yang terpenting, saudara harus hadir di lapangan, karena kehadiran itulah yang membuat warga merasa aman," tambahnya.

Pramono kembali menegaskan bahwa lurah dan camat adalah ujung tombak pelayanan publik di Jakarta. Ia menyebut kualitas kota sangat ditentukan oleh cara aparat di garis depan merespons kebutuhan warga dan menjaga lingkungan sekitar.

Menatap perayaan Nataru, Pramono mendorong seluruh wilayah mempersiapkan kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Ia juga membuka peluang penyelenggaraan acara publik di Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, dan kawasan Monas dengan pengamanan yang diperkuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.