Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri ESDM Minta BPH Migas Tambah Kuota BBM Subsidi untuk Papua

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri ESDM Minta BPH Migas Tambah Kuota BBM Subsidi untuk Papua Doc: ANTARA
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti solar maupun Pertalite, untuk Papua.

“Saya minta sejak keluar dari sini (ruang Komisi XII), satu minggu ke depan, tambah itu yang PSO (BBM subsidi), terus nggak boleh ada kekurangan cadangan di Papua,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1).

BBM PSO adalah mandat pemerintah kepada Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM dengan harga yang ditetapkan, demi kepentingan publik, dalam hal ini Pertalite (Rp10 ribu per liter) dan biosolar (Rp6.800 per liter).

Tak hanya untuk Papua, Bahlil juga meminta kepada BPH Migas untuk memberi tambahan kuota BBM bersubsidi untuk Aceh.

“Jadi tolong, Papua, Aceh, itu wilayah-wilayah yang sangat mencintai NKRI. Jadi tolong, sebagai aparat negara, kita harus mampu memberikan yang terbaik,” kata Bahlil.

Pernyataan Bahlil merespons keluhan anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew ihwal antrean panjang pembelian BBM di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Anggota dari komisi yang membidangi sektor ESDM itu menyampaikan bahwa BPH Migas pada November 2025 mengabulkan permohonan untuk menambah kuota BBM bersubsidi dari 10 kiloliter (KL) menjadi 15 KL. Akan tetapi, lanjut dia, penambahan tersebut hanya berlangsung selama 2 pekan.

“Antrean panjang yang terjadi bertahun-tahun hanya putus 2 minggu. Kemudian, (antrean panjang) lanjut lagi sampai hari ini,” kata dia.

Oleh karena itu, Cheroline meminta kepada Bahlil agar kuota BBM bersubsidi dapat ditambah menjadi 15 KL secara permanen, serta menambah jumlah SPBU yang menjual BBM PSO dari 2 SPBU menjadi 3 SPBU.

“Di Manokwari, hanya 2 SPBU saja yang PSO. Kami minta ditambahkan menjadi 3, kemudian kuota BBM-nya juga dinaikkan dari 10 KL menjadi 15 KL per hari,” ucap Cheroline.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
PT Pertamina Perkuat Layana...
Megapolitan
Dukung Swasembada Ikan, Pem...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.