Banyuasin Diperkuat Jadi Lumbung Pangan Nasional, Ini Kata Wamentrans
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 04:00 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Bayu Saputra
JAKARTA - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong Desa Telang Rejo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus diperkuat sebagai lumbung pangan nasional.
Sebab, sejauh ini wilayah tersebut dikenal sebagai sentra produksi padi dan beras utama bagi Indonesia.
Kabupaten Banyuasin telah meraih penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian dan dinobatkan sebagai kabupaten peringkat pertama produksi beras nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Sebagian besar lumbung pangan di Kabupaten Banyuasin berada di kawasan transmigrasi. Ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Yoga saat menghadiri panen raya padi di Desa Telang Rejo, Banyuasin, Selasa.
Ia menilai, peran kawasan transmigrasi penting dalam menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional peringkat pertama se-Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Satu hektare (lahan) bisa produksi gabah kering panen 8 ton, dan ini akan kita tingkatkan lagi," ujar Yoga.
Keberhasilan sektor pertanian di Banyuasin merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian. Di kawasan transmigrasi, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian ATR/BPN, hingga Kementerian Perhubungan.
Oleh karena itu, guna mendukung peningkatan produksi, Kementrans turut menyalurkan bantuan dengan mengucurkan Rp100 juta untuk pengembangan Koperasi Kelompok Petani Desa Telang Rejo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di samping itu, kementerian juga bakal membantu pembangunan jalan poros serta renovasi infrastruktur kawasan transmigrasi yang direncanakan mulai 2026.
"Perencanaan lainnya akan terus kami komunikasikan dengan pemerintah daerah, khususnya dengan Bapak Bupati agar sarana dan prasarana di kawasan transmigrasi ini semakin baik," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuasin Askolani mencatat bahwa produksi padi Banyuasin pada 2025 mencapai 1,2 juta ton. Produksi tersebut berasal dari total luas lahan sekitar 189 ribu hektare, dengan sekitar 70 persen berada di kawasan transmigrasi.
"Keberhasilan Banyuasin mencapai (produksi) peringkat pertama di Indonesia itu adalah kawasan transmigrasi. Dan keberhasilan ini adalah kerja sama dari semua kementerian," ujarnya.
Menurut Askolani, dukungan lintas sektor dinilai menjadi kunci keberlanjutan produksi pangan di Banyuasin sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah transmigrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!