Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sri Sultan HB X: Dunia Jurnalistik Hadapi Tantangan Kompleks di Era Pasca-Kebenaran

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Sri Sultan HB X: Dunia Jurnalistik Hadapi Tantangan Kompleks di Era Pasca-Kebenaran Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan sambutan pelantikan pengurus PWI DIY di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (22/1).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut bahwa dunia jurnalistik sekarang ini berada dalam tantangan yang semakin kompleks, terutama di era pasca-kebenaran atau post-truth.

"Inilah era, di mana arus informasi kerap bergerak jauh lebih cepat daripada proses verifikasi, ketika opini, sering kali mengalahkan fakta, dan ketika algoritma, kerap lebih berpengaruh daripada nurani," kata dia pada sambutan pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY 2025-2030 di Yogyakarta, Kamis.

Oleh karena itu, katanya, dalam situasi tersebut, wartawan tidak hanya dituntut untuk sigap, tetapi juga teguh pada verifikasi, etika, dan keberpihakan kepada kebenaran.

Ia mengatakan kecepatan tanpa ketelitian berisiko menyesatkan, sedangkan kebebasan tanpa tanggung jawab berpotensi melukai kepercayaan publik.

"Di sinilah, peran organisasi profesi seperti PWI menjadi sangat penting, menjaga standar, merawat etika, dan membentengi martabat profesi, agar pers tetap menjadi rujukan yang dipercaya masyarakat," katanya.

Bberanjak dari pemikiran itulah, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan dan demokrasi.

"Relasi pers dan pemerintah idealnya ibarat dua pilar penyangga jembatan, berdiri terpisah, namun saling menguatkan, agar masyarakat dapat melintas dengan aman," katanya.

Ia juga mengatakan pemerintah berkewajiban membuka ruang informasi yang transparan dan akuntabel.

"Pers, pada sisi lain, berkewajiban menguji, mengoreksi, dan menyampaikannya secara berimbang. Kritik yang berlandaskan fakta adalah energi bagi perbaikan, sementara dialog yang sehat adalah fondasi kepercayaan publik," katanya.

Ia menekankan nilai kehati-hatian menjadi semakin relevan di tengah arus informasi yang kian deras dengan kecepatan "real-time", algoritma, dan logika "virality".

"Mutu sebuah kabar, ditentukan kejernihan sumber, ketepatan cara, serta kebersihan niat dalam menyampaikannya. Sebuah pesan lintas zaman, yang hari ini menemukan relevansinya dalam prinsip verifikasi, keberimbangan, dan akuntabilitas jurnalistik," katanya.

Ia mengatakan pers yang bermartabat bukan hanya hadir lebih cepat dari peristiwa, tetapi lebih dalam dari sekadar "headline".

"Pers harus cermat dalam menimbang konteks, tuntas dalam memaknai data, serta bijak dalam menutup narasi, agar informasi sungguh hadir sebagai pencerahan publik, bukan sekadar riuh perhatian sesaat," 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    pakk,, tolong dijaga keamananya ya,, kami rakyat kecil ...
    Netizen cerdas tidak akan mudah terpengaruh isu pemecah ...
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
PT KAI: Angkutan Batu Bara ...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Kembali Ter...
Otomotif
Supercar Lamborghini Temera...
Luar Negeri
Suriah Akhirnya Jatuhkan Hu...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...
Advertisement
gaia musik festival
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.