Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prabowo Bentuk Tim Analisis Nasional demi Solusi Menyeluruh Banjir di Pulau Jawa

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Bentuk Tim Analisis Nasional demi Solusi Menyeluruh Banjir di Pulau Jawa Doc: Antara
Ket. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan tim kajian untuk menganalisis dan menyusun rancangan (grand design) penyelesaian persoalan banjir di Pulau Jawa, menyusul meningkatnya curah hujan yang memicu genangan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1).

"Karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya. Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya," imbuhnya.

Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir di tanah air meskipun sedang berada di luar negeri serta berkomunikasi dengan jajaran terkait untuk penanganan dampak hujan lebat.

Pemerintah, kata dia, juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek guna mengurangi intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Januari.

Prasetyo menyebut penanganan lintas sektor sangat penting, termasuk dampak genangan terhadap infrastruktur transportasi seperti kereta api.

Dalam sepekan terakhir, dilaporkan terdapat 16 titik genangan di jalur rel kereta api yang kemudian bertambah menjadi 17 titik, termasuk lokasi yang sebelumnya tidak pernah terdampak, sehingga mengganggu perjalanan dan pelayanan kereta api.

"Karena sesuai dengan laporan Dirut PT KAI, ada dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 16 titik, yang sekarang bertambah menjadi 17, satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat," ujarnya.

Selain faktor cuaca, Prasetyo menilai persoalan banjir juga dipengaruhi perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai serta berkurangnya jumlah situ, danau, atau telaga, seperti di wilayah Jabodetabek yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.

Untuk itu, Presiden Prabowo memerintahkan penanganan persoalan ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Bappenas, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri, mengingat persoalan tersebut melintasi batas provinsi.

"Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek Giant Sea Wall. Kira-kira itu," kata dia.

Diketahui, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dilanda hujan berintensitas tinggi yang mengakibatkan banjir di beberapa titik, antara lain di Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta Utara.

Di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendata terdapat 45 rukun tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di Jakarta Barat, Selatan, dan Utara yang terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 15 sampai 90 sentimeter (cm).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.