Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperkuat Konservasi Penyu Belimbing di Pulau Buru melalui TFCCA

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperkuat Konservasi Penyu Belimbing di Pulau Buru melalui TFCCA Doc: Antara
Ket. Edukasi penguatan dan perlindungan konservasi penyu belimbing oleh WWF di Buru, Maluku.

Ambon - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia memperkuat upaya konservasi penyu belimbing (Dermochelys coriacea) di Pulau Buru melalui pelaksanaan Project Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA).

Hal itu ditandai dengan kegiatan kick-off project di Desa Wamlana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru, Maluku.

“Penyu belimbing memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Jika tidak lagi ditemukan bertelur di habitat alaminya, itu bisa menjadi indikator terjadinya kerusakan lingkungan,” kata Inner Banda Arc Seascape Manager WWF Indonesia M. Budi Santosa, di Ambon, Rabu.

Kegiatan itu mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta kelompok masyarakat untuk menyelaraskan rencana kerja dan memperkuat kolaborasi dalam konservasi penyu dan ekosistem pesisir di wilayah utara Pulau Buru.

Ia mengatakan, Pulau Buru merupakan salah satu lokasi penting peneluran penyu belimbing di Indonesia selain Pantai Jamursba Medi di Papua Barat Daya.

Menurutnya, pantai sepanjang 14 kilometer di Kecamatan Fena Leisela menjadi lokasi peneluran empat spesies penyu, yakni penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik, dengan rata-rata sekitar 250 sarang ditemukan setiap tahun.

Ia menjelaskan, penyu belimbing saat ini berstatus kritis (Critically Endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sehingga memerlukan upaya perlindungan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Erawan Asikin mengatakan proyek TFCCA diharapkan dapat memperkuat pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Buru yang baru ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 69 Tahun 2025.

Menurutnya, kawasan konservasi tersebut masih membutuhkan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan kawasan.

“Denganproyek TFCCA ini, kita tidak hanya melindungi dan melestarikan penyu, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui proyek TFCCA, WWF Indonesia bersama pemerintah dan masyarakat akan fokus pada peningkatan kapasitas pengelola kawasan konservasi, monitoring dan perlindungan spesies laut dilindungi, khususnya penyu, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi spesies Endangered, Threatened, and Protected (ETP).

WWF Indonesia menyebut kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar perlindungan penyu belimbing di Pulau Buru tidak hanya menjadi upaya penyelamatan spesies, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Maluku.

Sejak 2017, WWF Indonesia bersama Kelompok Konservasi Penyu Sugiraja Watulu telah menjalankan berbagai program konservasi penyu belimbing di Buru Utara, termasuk pemantauan populasi dan aktivitas peneluran, edukasi masyarakat, serta penguatan kapasitas kelompok konservasi setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.