Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pekerja Migran Indonesia Alami Penyiksaan di Oman, Kemen P2MI 'Gercep' Amankan Korban

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 14:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pekerja Migran Indonesia Alami Penyiksaan di Oman, Kemen P2MI 'Gercep' Amankan Korban Doc: istimewa
Ket. Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pelindungan Kementerian P2MI, Kombes Pol. Guntur Saputro menanggapi laporan adanya Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Konawe yang diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya di Oman

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bertindak cepat menanggapi laporan adanya Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Konawe yang diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya di Oman.

Sesuai arahan dan perintah Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, yang disampaikan oleh Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pelindungan Kementerian P2MI, Kombes Pol. Guntur Saputro, bahwa Pekerja Migran Indonesia bernama Eka Arwati yang diduga mengalami penyiksaan oleh majikanya di Oman, telah diamankan di KBRI.

“Begitu laporan masuk, Pak Menteri langsung memberikan intruksi dan arahan untuk bertindak, sehingga Kemarin Sdri Eka sudah dalam kondisi aman berada di salah satu rumah Warga Negara Indonesia. Kami juga telah berkoordinasi dengan KBRI, dan Alhamdulillah Sdri. Eka hari ini sudah ada dalam pelindungan KBRI Muscat, Oman,” ungkap Guntur di Jakarta, Rabu malam (21/1).

PLt Sesditjen, Guntur menambahkan bahwa Eka Arwati merupakan warga Desa Amosilu, Kec. Besulutu, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara. Ia dan suami, Rusdjik A Telaa, tinggal Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dari hasil penelusuran SISKOP2MI, tidak menemukan data yang bersangkutan, sehingga secara administratif yang bersangkutan tidak tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia prosedural. Hal ini menjadi dasar bahwa penempatan dilakukan secara nonprosedural.

“Pekerja Migran Indonesia Eka sebelumnya pernah bekerja ke Arab Saudi selama lima bulan dan kembali ke Indonesia karena mengalami penyiksaan. Namun, karena faktor ekonomi dan atas seizin suami, ia kembali bekerja ke luar negeri. Awalnya ia berencana ke Bahrain, namun mendapat tawaran ke Oman. Ia berangkat ke Oman pada 5 Oktober 2025, diduga menggunakan visa tidak sesuai peruntukan kerja,” tambah Guntur.

Diketahui bahwa Eka berangkat melalui calo perseorangan bernama Alda dan Rosi. Setiba di Oman, langsung ditempatkan pada pengguna jasa oleh sponsor. 

“Berdasarkan dokumen yang kami terima, selama bekerja di Oman, yang bersangkutan dipaksa tetap bekerja meskipun sakit berkepanjangan, mendapatkan kekerasan fisik dan pelecehan seksual, sehingga mengalami trauma psikologis,” jelas Guntur.

Kementerian P2MI, lanjut Guntur, sesuai mandat negara, juga arahan Presiden dan Pak Menteri dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia, meskipun berstatus nonprosedural, telah mengambil langkah dengan memfasilitasi dan melayani pengaduan, serta berkomunikasi dengan KBRI Oman.

"Agar tidak terulangnya kasus serupa, sangat penting dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengkampanyekan migrasi aman bekerja ke luar negeri," tegas Guntur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.