Hujan Lebat di Jakarta, Gubernur Pramono Siap Terapkan WFH dan Sekolah Daring
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 17:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur serta pembelajaran dari rumah bagi pelajar saat Jakarta diguyur hujan lebat. Langkah ini disiapkan sebagai strategi mitigasi agar aktivitas masyarakat tetap aman dan mobilitas tidak terganggu secara masif.
Menurut Pramono, kebijakan tersebut bersifat situasional dan akan diterapkan ketika curah hujan tinggi berpotensi memicu genangan hingga kemacetan parah. Pemprov DKI Jakarta akan memantau kondisi cuaca serta laporan lapangan sebelum mengambil keputusan resmi.
"Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pelajar dan kelancaran aktivitas publik menjadi prioritas utama dalam kebijakan tersebut.
Pramono berharap kebijakan WFH dan belajar dari rumah tidak perlu diterapkan secara berulang karena cuaca ekstrem berpotensi mengganggu produktivitas. Ia mencontohkan kondisi hujan lebat sebelumnya yang terjadi saat akhir pekan sehingga dampaknya terhadap aktivitas kerja relatif lebih terkendali.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu kebetulan libur panjang sehingga tidak memerlukan work from home," ungkap Pramono.
Ia menilai momentum libur panjang membantu meredam kepadatan aktivitas di jalan.
Lebih lanjut, Pramono menyoroti kebiasaan warga menggunakan kendaraan pribadi saat hujan justru memperburuk kondisi lalu lintas di Jakarta. Situasi ini dinilai memperbesar risiko kemacetan, keterlambatan aktivitas, serta potensi kecelakaan di jalan raya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan transportasi umum sebagai solusi praktis dalam menghadapi cuaca ekstrem. Menurutnya, peningkatan penggunaan moda publik akan berdampak langsung pada penurunan volume kendaraan di jalan utama.
"Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan," kata Pramono. Ia berharap kesadaran kolektif warga bisa menjadi kunci untuk menjaga mobilitas tetap lancar saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Pemprov DKI Jakarta juga terus menyiapkan skema komunikasi publik agar kebijakan WFH dan pembelajaran daring dapat diumumkan secara cepat dan jelas kepada masyarakat. Sistem peringatan dini cuaca dan koordinasi lintas instansi menjadi bagian dari strategi respons cepat pemerintah daerah.
Ke depan, kebijakan adaptif seperti ini dinilai penting seiring meningkatnya intensitas hujan ekstrem akibat perubahan iklim. Pemprov DKI Jakarta menargetkan kebijakan berbasis cuaca ini dapat menekan dampak ekonomi, menjaga produktivitas, serta melindungi keselamatan warga ibu kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!