Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Kematian karena Bencana Alam Menurun

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka Kematian karena Bencana Alam Menurun Doc: lancetcountdown.org
Ket. Dr Marina Romanello

PARIS – Perubahan iklim mempercepat terjadinya gelombang panas, kebakaran hutan, banjir, dan badai tropis, tetapi seberapa mematikan peristiwa cuaca ekstrem ini bagi orang-orang yang berada di jalurnya?

Laporan iklim tahunan yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa tiga tahun terakhir merupakan tahun-tahun terpanas sejak era praindustri, dan tidak ada tanda-tanda penurunan karena dunia terus membakar bahan bakar fosil.

Para ahli memperingatkan bahwa kenaikan suhu global menyebabkan musim panas yang lebih panas, banjir yang lebih sering terjadi, badai yang lebih kuat, serta kebakaran hutan dan kekeringan yang semakin dahsyat. Namun bagaimana dengan kematian?

Perhitungannya tidak sederhana. Secara keseluruhan, angka kematian akibat bencana cuaca ekstrem telah menurun dalam beberapa dekade terakhir, tetapi gambaran tersebut bervariasi tergantung pada jenis bahaya dan wilayahnya.

Menurut analisis AFP terhadap EM-DAT, sebuah basis data bencana global yang dikelola oleh Pusat Penelitian Epidemiologi Bencana (CRED) yang berbasis di Belgia, lebih dari 2,3 juta orang meninggal akibat peristiwa terkait cuaca antara tahun 1970 dan 2025. Analisis juga menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa antara tahun 2015 dan 2025 mencapai 305.156, turun dari 354.428 pada dekade sebelumnya.

“Bukan karena peristiwa-peristiwa tersebut tidak menjadi lebih berbahaya. Melainkan karena kita telah menjadi jauh lebih baik dalam menghadapinya,” kata Dr Marina Romanello, direktur eksekutif Lancet Countdown, sebuah program pemantauan kesehatan iklim, kepada AFP.

Lebih Siap

Meskipun banjir atau siklon dapat menyebabkan banyak korban jiwa, negara-negara kini lebih siap dengan sistem peringatan dini, penghalang badai, dan kode bangunan yang lebih baik.

Menurut basis data EM-DAT, banjir menewaskan 55.423 orang antara tahun 2015 dan 2025, turun dari 66.043 orang pada dekade sebelumnya. Sedangkan jumlah korban jiwa akibat badai mencapai 36.652 jiwa dari tahun 2015 hingga 2025, dibandingkan dengan 184.237 jiwa pada dekade sebelumnya.

“Kita memiliki sistem peringatan dini yang dapat melindungi nyawa, tetapi bahayanya tetap, tentu saja, sangat, sangat, sangat tinggi,” kata Tobias Grimm, kepala ilmuwan iklim di perusahaan reasuransi Jerman Munich Re, kepada AFP.

Dalam laporan tahunan pekan lalu, Munich Re menyatakan bahwa kematian akibat banjir, badai, kebakaran hutan, dan gempa bumi meningkat menjadi 17.200 pada tahun 2025, jauh lebih tinggi daripada 11.000 kematian yang tercatat pada tahun 2024.

Ribuan kematian akibat gempa bumi besar di Myanmar dan Afghanistan menyebabkan jumlah korban jiwa melonjak dari tahun ke tahun.

Namun angka Munich Re berada di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 17.800 kematian, dan rata-rata 30 tahun sebesar 41.900 kematian. Data tersebut tidak termasuk kekeringan dan gelombang panas.

“Tidak ada tren yang jelas terkait kematian akibat bencana alam,” ucap Grimm.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Kabut Asap Mulai Mengganggu...
Daerah
Lebih Cermat Lagi Belanja D...
Megapolitan
Pertamina Gandeng PAL Jaya ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.