Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih Cermat Lagi Belanja Dapur karena Ada Garam Tak Beryodium

6 Kamis, 15 Okt 2026, 12:33 WIB | Oleh:
Lebih Cermat Lagi Belanja Dapur karena Ada Garam Tak Beryodium Lebih Cermat Lagi Belanja Dapur karena Ada Garam Tak Beryodium Doc: ist
Ket. harus beryodium

LUMAJANG – Ibu-ibu bila berbelanja kebutuhan dapur harus lebih cermat lagi karena ada garam yang tak beryodium beredar di pasar. Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperkuat pengawasan di pasar tradisional pasca-temuan garam yang tidak memenuhi standar kandungan yodium. 

"Tidak semua garam yang beredar di pasar memenuhi standar kandungan yodium," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang Rosyidah dalam keterangannya di Lumajang, Kamis.

Hasil pemeriksaan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang pada 2026 menunjukkan dari 106 sampel garam yang diperiksa di 10 kecamatan, tercatat sebanyak 37 sampel atau 35 persen belum memenuhi persyaratan kandungan yodium.

"Sebanyak 69 sampel atau 65 persen garam yang beredar di pasaran telah memenuhi standar kandungan yodium," katanya.

Ia mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan garam konsumsi,, sekaligus pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI) di Lumajang.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan mini lab untuk mengetahui kandungan yodium dalam garam yang dijual di pasar dan sampel yang tidak memenuhi persyaratan diketahui memiliki kandungan yodium di bawah batas minimal 30 ppm.

“Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan garam yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kandungan yodium,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya menjadi sarana untuk mengetahui kondisi garam yang beredar, tetapi juga menjadi dasar untuk meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pentingnya menyediakan garam yang memenuhi standar.

“Kami ingin pengawasan itu juga menjadi sarana edukasi, sehingga pedagang semakin memahami pentingnya menyediakan garam beryodium yang memenuhi standar," ujarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat pemenuhan standar yang berbeda di setiap wilayah yakni persentase sampel yang memenuhi ketentuan tertinggi tercatat di wilayah Sumbersari–Yosowilangun sebesar 82,61 persen, disusul Klojen–Senduro sebesar 66,67 persen dan Randuagung–Klakah sebesar 61,11 persen.

Sementara itu, wilayah Tempeh–Kunir mencatat 60 persen sampel memenuhi standar, sedangkan Candipuro–Pasirian sebesar 56,25 persen.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Dinkes P2KB memberikan edukasi kepada pedagang mengenai manfaat yodium dan dampak kekurangannya.

Pedagang juga diarahkan untuk menyediakan garam yang memenuhi standar agar produk yang ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan persyaratan.

“Setelah pemeriksaan kami memberikan edukasi kepada penjual mengenai manfaat yodium dan dampak kekurangan yodium. Kami juga mengarahkan agar garam yang dijual memenuhi standar,” jelasnya.

Rosyidah berharap hasil pemeriksaan dan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran pedagang maupun masyarakat dalam memilih garam konsumsi. Pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan GAKI.

“Masyarakat juga perlu lebih cermat saat membeli garam. Perhatikan informasi pada kemasan dan pilih produk yang memenuhi standar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Megapolitan
Bertahap Tanah Abang Terus ...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Total Persi...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.