Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Kanada: Tatanan Dunia Lama Tak Akan Kembali

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh:
PM Kanada: Tatanan Dunia Lama Tak Akan Kembali Doc: Antara
Ket. Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Hamilton, Kanada - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Selasa (20/1), menyatakan bahwa tatanan internasional berbasis aturan pasca-perang sedang memudar, dan memperingatkan bahwa negara-negara kekuatan menengah seperti Kanada harus beradaptasi dengan dunia yang semakin kompetitif dan penuh tekanan.

"Kita tahu tatanan lama tidak akan kembali. Kita tidak seharusnya meratapinya. Nostalgia bukanlah strategi," kata Carney dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Dalam pidatonya, yang mendapat tepuk tangan meriah, Carney mengatakan negara-negara tidak dapat lagi mengandalkan asumsi lama tentang geografi atau aliansi yang secara otomatis menjamin keamanan dan kemakmuran.

"Warga Kanada tahu bahwa asumsi lama kita yang nyaman, bahwa geografi dan keanggotaan aliansi kita secara otomatis memberikan kemakmuran dan keamanan. Asumsi itu tidak lagi valid," katanya.

Carney menyoroti bahwa negara-negara besar kini menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata, tarif sebagai alat pengaruh, infrastruktur keuangan sebagai paksaan, dan rantai pasokan sebagai titik lemah yang bisa dieksploitasi. Ia menekankan bahwa negara-negara "tidak bisa lagi hidup dalam ilusi saling menguntungkan melalui integrasi ketika integrasi menjadi sumber subordinasi."

Ia juga memperingatkan bahwa lembaga-lembaga multilateral, termasuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan PBB, sedang berada di bawah tekanan. Dunia yang menanggapi tekanan dengan isolasi, menurutnya, "akan menjadi lebih miskin, lebih rapuh, dan kurang berkelanjutan."

Carney menambahkan, jika kekuatan besar meninggalkan aturan dan nilai demi kepentingan sendiri, keuntungan hubungan transaksional akan semakin sulit dipertahankan. Ia mencatat, "hegemoni tidak bisa terus-menerus memonetisasi hubungan mereka," dan sekutu akan mencari diversifikasi untuk melindungi diri dari ketidakpastian.

Menggarisbawahi tantangan global, Carney bertanya apakah negara-negara hanya akan "membangun tembok lebih tinggi" atau mengejar kerja sama yang lebih ambisius.

Kanada, katanya, "termasuk yang pertama merespons seruan untuk bangkit, sehingga kami secara fundamental mengubah postur strategis kami."

"Negara yang tidak bisa memberi makan dirinya sendiri, menyediakan energi sendiri, atau mempertahankan diri, memiliki sedikit pilihan. Ketika aturan tidak lagi melindungi Anda, Anda harus melindungi diri sendiri," tambah Carney.

Ottawa merespons dengan memperkuat kapasitas domestik dan memperluas kemitraan global. "Kita tidak lagi hanya mengandalkan nilai-nilai kita, tetapi juga nilai dari kekuatan kita," ujarnya.

Carney menyebutkan bahwa Kanada telah menandatangani selusin kesepakatan perdagangan dan keamanan di empat benua dalam enam bulan terakhir, dan tengah menegosiasikan perjanjian lebih lanjut dengan India, negara-negara ASEAN, dan anggota MERCOSUR (Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay).

"Negara-negara kekuatan menengah harus bertindak bersama, karena jika tidak berada di meja perundingan, Anda akan menjadi santapan," katanya, menyoroti pengaruh Kanada melalui energi, mineral penting, dan tenaga kerja terdidik.

"Dari keretakan itu, kita dapat membangun sesuatu yang lebih besar, lebih baik, lebih kuat, dan lebih banyak," tutup Carney.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.