Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Labuhan Merapi Disulap Jadi Magnet Wisata Budaya Sleman

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 17:42 WIB | Oleh:
Labuhan Merapi Disulap Jadi Magnet Wisata Budaya Sleman Doc: ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman
Ket. Ratusan masyarakat bersama abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi upacara adat Labuhan Merapi yang dilaksanakan di Bangsal Sri Manganti Hargo (Gunung) Merapi Kabupaten Sleman.

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong upacara adat Labuhan Merapi tak hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga daya tarik wisata minat khusus.

"Harapan kami tentunya 'Labuhan Merapi' ini selain menjadi ritual khusus, juga ke depannya dapat terus menjadi daya tarik bagi wisatawan, khususnya bagi yang ingin melihat secara langsung kegiatan budaya ini sebagai bagian dari nguri-uri (melestarikan) budaya di Kabupaten Sleman," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Sleman, Selasa.

Ia mengikuti upacara adat "Labuhan Merapi" bersama juru kunci Gunung Merapi Paring Dalem Surakso Hargo atau Mbah Asih bersama abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan membawa "ubarampe" (perlengkapan) dari Pendopo Museum Petilasan Mbah Maridjan menuju Sri Manganti Hargo Merapi.

"Labuhan Merapi" rangkaian kegiatan memperingati "Tingalan Jumenengan Dalem" (naik tahta) Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-38, sekaligus bentuk syukur dan doa bagi keselamatan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.

Setelah tiba di Bangsal Sri Manganti Hargo (Gunung) Merapi, upacara "Labuhan Merapi" dilanjutkan dengan prosesi ritual, doa dan pembagian nasi serta lauk-pauk atau dalam tradisi tersebut dikenal sebagai "lorotan" kepada masyarakat sekitar.

Tak hanya masyarakat lereng Gunung Merapi, pembagian "berkat" ini pun juga dinikmati wisatawan yang ikut menyaksikan "Labuhan Merapi".

Dengan melihat antusias masyarakat yang tinggi, ia mengaku bersyukur bahwa salah satu upacara adat yang rutin diadakan di Kabupaten Sleman ini diminati masyarakat sekitar dan wisatawan berasal dari berbagai daerah.

Ia berharap, semakin banyak orang dapat memahami dan memaknai upacara adat "Labuhan Merapi".

"Artinya 'labuhan' ini selain sebagai ritual budaya, juga menarik perhatian menjadi objek wisata. Tentu ini sangat istimewa bagi kami," katanya.

Danang juga menyebut pelaksanaan upacara adat ini tak terlepas dari niat memohon keberkahan hidup kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjadi bagian dari kegiatan pelestarian budaya.

"Ini bagi orang Jawa menjadi suatu keyakinan untuk mendekatkan kita kepada alam, kepada yang Maha Kuasa. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya ini bisa saling bersatu, saling menjaga alam," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan prosesi adat berjalan sebagaimana semestinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...
Rona
Insidious 6 Ubah Aturan Bes...
Daerah
Cuaca Kering dan Panas Suli...

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah-daerah Siaga Kebakar...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp67.350/...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.