Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Alami Diare Massal

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 17:12 WIB | Oleh:
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Alami Diare Massal Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Petugas menunjukkan sampel makanan yang ditarik dari sekolah penerima manfaat pascainsiden keracunan masal di Satuan Peleyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/1).

TULUNGAGUNG - Ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa dilaporkan mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut sehari sebelumnya.

Akibat kejadian itu pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal agar mendapatkan penanganan medis.

Wakil Kepala SMKN 3 Boyolangu Bidang Kesiswaan Yuga Hermawan mengatakan dugaan gangguan kesehatan itu mulai terdeteksi pada Selasa pagi, setelah sejumlah siswa terlambat masuk kelas dan mengeluhkan diare.

"Awalnya ada beberapa siswa yang terlambat masuk kelas dan dibawa ke ruang kesiswaan. Setelah dimintai keterangan, mereka mengeluh mengalami diare dan harus antre di toilet," kata Yuga.

Keluhan serupa kemudian disampaikan siswa lain yang mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meminta obat.

Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 123 siswa SMKN 3 Boyolangu mengalami diare dengan gejala yang sama.

Yuga menyebutkan para siswa menduga gangguan kesehatan itu berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada Senin pagi. Gejala diare mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah makanan dikonsumsi.

"Menu MBG dikonsumsi siswa sekitar pukul 08.00 WIB dan keluhan diare mulai muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara guru yang mengonsumsi MBG siang hari baru merasakan gejala dini hari," ujarnya.

Ia menambahkan sekitar 80 persen siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut mengeluhkan kondisi serupa, termasuk dirinya.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan Moyoketen selaku penyedia MBG. Sebagai langkah antisipasi, penyedia MBG menarik seluruh menu yang telah didistribusikan pada hari itu.

Pihak sekolah juga memutuskan memulangkan siswa lebih awal agar yang sakit dapat segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

"Saat ini kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan wali murid terkait kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan medis," kata Yuga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.