Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WEF Buka Panggung Global, Danantara Siap Jual Visi Industri Hijau

📅 Senin, 19 Jan 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
WEF Buka Panggung Global, Danantara Siap Jual Visi Industri Hijau Doc: istimewa
Ket. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet - Kehadiran Danantara di WEF itu momentum yang sangat penting, bukan hanya soal tampil di forum internasional, tetapi soal bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund) baru di mata investor global.

JAKARTA – Kehadiran Danantara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 dinilai membuka ruang strategis bagi Indonesia untuk menawarkan visi penguatan industri manufaktur berkelanjutan berbasis nilai tambah. Langkah ini sejalan dengan arah investasi hijau dan agenda transisi energi global, sehingga partisipasi Indonesia di forum tersebut tidak semata bertujuan mencari pembiayaan, tetapi juga memperkuat posisi nasional dalam rantai nilai industri berkelanjutan dunia.

“Menurut saya, kehadiran Danantara di WEF itu momentum yang sangat penting, bukan hanya soal tampil di forum internasional, tetapi soal bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund) baru di mata investor global,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet di Jakarta, Sabtu (18/1).

Mengingat ini menandai kehadiran perdana Danantara dalam ajang WEF, Yusuf menambahkan pada tahap awal, yang dinilai bukan semata besar kecilnya dana, melainkan arah strategi, kualitas tata kelola, serta konsistensi kebijakan pemerintah yang menopangnya.

Peran Danantara dalam WEF juga seharusnya bukan hanya mempresentasikan proyek, tetapi membangun kepercayaan, menjelaskan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang, serta menunjukkan bahwa hilirisasi yang dikembangkan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.

“Secara realistis, hasil dari WEF mungkin belum langsung berupa angka investasi besar, tetapi lebih pada terbentuknya komitmen awal, jaringan strategis, dan meningkatnya kepercayaan investor,” kata Yusuf.

Yang tidak kalah penting, menurut dia, Danantara juga perlu meluruskan berbagai isu yang selama ini melekat, seperti soal transparansi, profesionalisme pengelolaan, dan kepastian regulasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.