Penjualan Parfum di E-Commerce Melonjak 53% Sepanjang 2025, Segmen Pria Pimpin Pertumbuhan
📅 Minggu, 18 Jan 2026, 19:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Compas.co.id
JAKARTA — Kategori parfum mencatat lonjakan penjualan signifikan di e-commerce Indonesia sepanjang 2025. Data terbaru Compas.co.id menunjukkan nilai penjualan kategori ini tumbuh 53% menjadi Rp6,1 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan volume dan harga produk. Jumlah unit terjual meningkat dari 84 juta menjadi 115 juta unit atau naik 36%, sementara harga rata-rata parfum turut naik 12% dari Rp47 ribu menjadi Rp53 ribu. Kombinasi kedua faktor ini menegaskan menguatnya tren konsumsi parfum di kanal digital.
Segmen parfum pria mencatat laju pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 70%, melampaui parfum wanita dan unisex yang masing-masing tumbuh 51%. Data ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran konsumen pria terhadap produk wewangian, terutama parfum beraroma maskulin dan tahan lama.
“Kita sedang menyaksikan transformasi perilaku belanja pria di Indonesia. Dulu parfum pria lebih banyak dibeli secara offline, namun kini telah bergeser ke digital. Konsumen mencari produk yang praktis, terjangkau, dan merepresentasikan gaya hidup mereka,” ujar CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Ia menambahkan, tren tersebut menunjukkan bahwa parfum kini menjadi bagian dari gaya hidup personal care pria, bukan lagi sekadar kebutuhan sekunder.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Parfum telah menjadi medium ekspresi diri yang menyatu dengan penampilan. Kami melihat brand yang mampu mengoptimalkan positioning maskulin serta strategi bundling digital berhasil mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi,” jelas Hanindia.
Sejumlah merek yang menyasar segmen pria dengan strategi produk yang tepat, kemasan bundel, serta distribusi kuat di marketplace bahkan mampu mencetak pertumbuhan hingga tiga digit. Sebaliknya, brand yang belum beradaptasi dengan ekosistem digital cenderung tertinggal meski telah lama hadir di kategori parfum.
“Data Compas menunjukkan bahwa kecepatan membaca tren e-commerce menjadi pembeda utama kinerja brand. Pada 2026, strategi komunikasi berbasis segmen pria, pemanfaatan kampanye digital, serta kolaborasi dengan KOL akan semakin menentukan keberhasilan,” lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pergeseran ini menjadi momentum penting bagi pelaku industri parfum untuk membangun pendekatan yang lebih relevan di kanal digital. Dengan memanfaatkan insight berbasis data, brand dapat merancang strategi produk dan pemasaran yang lebih tepat sasaran pada 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!