Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digigit Ular Berbisa di Ladang Huma, Petani Badui Dirujuk Sahabat Relawan Indonesia ke RSUD Banten

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 19:22 WIB | Oleh:
Digigit Ular Berbisa di Ladang Huma, Petani Badui Dirujuk Sahabat Relawan Indonesia ke RSUD Banten Doc: Antara Foto
Ket. Sahabat Relawan Indonesia (SRI) merujuk seorang petani Badui ke RSUD Banten agar mendapatkan pertolongan medis.

Sahabat Relawan Indonesia (SRI) merujuk petani Badui ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten akibat digigit ular berbisa saat berada di ladang huma di Blok Gunung Kencana Kabupaten Lebak.

"Kami merujuk ke RSUD Banten setelah obat anti bisa ular (ABU) kosong di Puskesmas Gunungkencana," kata Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat saat dihubungi di Lebak, Sabtu

Petani korban gigitan ular tanah atau ular gibug (Calloselasma rhodostoma) bernama Sarsih (40) warga Badui Luar di Kampung Ciranji Desa Ciranji.

Namun, korban kini tengah menunggu musyawarah keluarga untuk dirujuk ke RSUD Banten.

Sebab, saat ini kondisi korban sangat membutuhkan pertolongan medis.

"Kami sebagai relawan di wilayah Badui tentu berharap korban bisa secepatnya ditangani medis agar nyawanya bisa terselamatkan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya mendampingi korban gigitan ular tanah untuk masyarakat Badui dengan suka rela tanpa dipungut biaya sepeserpun, mulai penanganan awal hingga transportasi ambulan ke RSUD Banten.

Selain itu juga pihaknya memperjuangkan bagi warga Badui yang tidak memiliki BPJS Kesehatan agar mereka gratis dengan merekomendasikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa setempat.

"Kami merasa senang pelayanan RSUD Banten menerapkan SKTM bagi pasien Badui tak miliki BPJS Kesehatan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya kini siaga untuk penanganan medis bersama tim tenaga medis untuk melakukan pertolongan khususnya petani Badui yang berada di ladang.

Biasanya, curah hujan tinggi itu berpotensi tingkat korban gigitan ular berbisa meningkat.

"Kami berharap petani Badui agar waspada binatang ular tanah yang mematikan itu dengan menggunakan sepatu bot."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.