Pembebasan Lahan Tuntas, Wali Kota Surabaya Gas Pembangunan Flyover Taman Pelangi
📅 Jumat, 16 Jan 2026, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proses pembebasan lahan untuk pembangunan flyover Taman Pelangi telah rampung. Seluruh warga yang sebelumnya bermukim di kawasan Kampung Taman Pelangi telah pindah. Hal ini menyusul selesainya pembayaran ganti rugi kepada 29 persil melalui mekanisme konsinyasi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung proses pembongkaran bangunan bekas rumah warga di kawasan tersebut, Kamis (15/1) pagi. Ia memastikan seluruh bangunan akan diratakan dalam waktu maksimal dua hari sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
"Alhamdulillah semua bangunan yang ada di Taman Pelangi ini sudah dikonsinyasi dan sudah menerima uang. Jadi hari ini kita tuntaskan perobohan untuk seluruh bangunan rumah. Karena insyaallah kemarin, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) sudah merencanakan, jadi nanti segera disurvei dan pelaksanaannya akan dilakukan di tahun ini," ujar Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, pembangunan fly over Taman Pelangi akan dilaksanakan secara multiyears dengan nilai anggaran besar. "Pelaksanaannya dilaksanakan tahun ini (2026) dan tahun 2027. Karena anggarannya besar, sekitar 400 miliaran," katanya.
Selain mengurai kemacetan, proyek ini juga diarahkan untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan simpul Taman Pelangi. Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan melebarkan saluran drainase yang selama ini dinilai belum optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan robohnya bangunan ini, maka untuk percepatan penanganan banjir, maka saluran yang ada ini kita akan lebarkan. Karena selama ini saluran yang ada tidak bisa loose (lancar). Karena salurannya itu putus, patah. Dan itu mempengaruhi laju air," paparnya.
Karena itu, Wali Kota Eri menegaskan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera melakukan penyesuaian kapasitas saluran. "Sehingga secara otomatis nanti saya minta Kepala Dinas PU (DSDABM), untuk membesarkan saluran sehingga airnya bisa loose (lancar)," tuturnya.
Menurutnya, seluruh bangunan di kampung Taman Pelangi telah dikonsinyasi sehingga tidak ada lagi hambatan pembongkaran. "Karena bangunan ini sudah konsinyasi semua, maka kita punya waktu, insyaallah maksimal dua hari itu sudah rata semua," terangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Eri menyatakan bahwa Pemkot Surabaya telah menyampaikan perkembangan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar pembangunan flyover dapat dimulai lebih cepat.
"Semoga dengan percepatan ini sudah bisa dikerjakan di triwulan kedua, atau triwulan pertama. Di akhir triwulan pertama sudah bisa mulai ada proses terhadap Taman Pelangi untuk overpass-nya (flyover). Sehingga bisa mengurangi kemacetan warga Kota Surabaya," jelasnya.
Terkait perencanaan teknis, Wali Kota Eri menyebut jika desain flyover telah dibahas dan disepakati bersama Kementerian PU sejak tahun sebelumnya.
"Jadi pada tahun kemarin sebelum pembongkaran, kami sudah berdiskusi dengan kementerian (PU) untuk menentukan desainnya. Bagaimana desainnya sudah kita tentukan, sehingga hari ini adalah proses perencanaan, sekaligus langsung bisa dilakukan pelelangan," bebernya.
Flyover Taman Pelangi direncanakan memiliki dua hingga dua setengah lajur dengan nilai proyek sekitar 350-400 miliar. Proyek ini akan dibangun oleh Kementerian PU dan ditargetkan rampung pada awal tahun 2027.
"Jadi multiyears (tahun jamak), karena selesainya di awal 2027. Hari ini dilakukan perencanaan DED (Detail Engineering Design), setelah itu langsung dilakukan pelelangan dan pekerjaan, sehingga sampai di awal Januari 2027," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!