Takut Pelaku Kembali, Pegawai SPBU Korban Penganiayaan di Jaktim Sempat Libur
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat mengaku sempat libur kerja karena takut pelaku kembali mendatangi lokasi.
"Iya, sempat libur karena takutnya pelaku ini datang lagi ke lokasi, mungkin masih emosi," kata salah satu operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19) saat ditemui di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (24/2).
Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi psikologis korban yang masih terguncang dan rasa khawatir pelaku kembali mendatangi lokasi.
Lukman mengakui seharusnya pada Senin (23/2), ia tetap masuk kerja. Namun, pihak manajemen meminta agar ia beristirahat demi alasan keamanan.
"Saya seharusnya masuk kemarin Senin (22/2), tapi tidak diizinkan bos. Takutnya dia datang lagi nyari saya. Dia sempat manggil-manggil nama saya," ujar Lukman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Lukman, pelaku sempat menyebut dirinya memiliki jabatan tinggi sehingga membuat para operator merasa terintimidasi.
Sebagai pekerja pelayanan publik yang setiap hari berhadapan langsung dengan konsumen, situasi tersebut meninggalkan ketakutan tersendiri bagi Lukman.
"Kita hanya orang biasa. Takutnya dia balik lagi bawa backing-an. Jadi, masih khawatir," ucap Lukman.
Tak hanya Lukman, dua operator lain yang turut menjadi korban penganiayaan, yakni Ahmad Khoirul Anam dan Abud Mahmudin juga memilih beristirahat di rumah masing-masing.
Meski tidak menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi mereka disebut masih shock usai kejadian tersebut.
Sementara itu, Staf SPBU 3413901 Mukhlisin (38) membenarkan bahwa ketiga korban tersebut diliburkan sementara dan digantikan oleh petugas lain.
"Saat ini, memang korban kondisinya masih shock, tapi tidak dirawat di rumah sakit, cukup istirahat di rumah. Mereka libur dulu sehari, diganti staf lain," kata Mukhlisin.
Dia mengatakan langkah tersebut diambil untuk menjaga kondisi psikologis korban sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila pelaku kembali datang ke lokasi.
Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja SPBU, yang sehari-hari bertugas melayani masyarakat secara langsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!