Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Ungkap ISPA dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Kemenkes Ungkap ISPA dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi  Doc: Humas Kemenkes

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyakit ISPA, hipertensi, dan diare mendominasi kasus penyakit pengungsi pascabencana di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang. Temuan tersebut menjadi dasar awal untuk melakukan pemetaan penyakit sekaligus penelusuran faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan pengungsi.

“Di hari pertama pelayanan, kasus yang cukup dominan adalah ISPA, hipertensi, dan diare. Data ini akan kami telusuri lebih lanjut, apakah berkaitan dengan makanan, sanitasi, atau faktor lingkungan lainnya,” kata Dokter Tim Crisis Center (TCK), dr. Fahriza dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/1).

Menurut dia, setelah pencatatan data awal di pos kesehatan, tim langsung turun ke tenda-tenda pengungsian untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan. Dalam pelaksanaan pelayanan, tim relawan terlebih dahulu mengumumkan keberadaan pos kesehatan kepada warga.

“Kami turun langsung ke tenda-tenda untuk mencari akar permasalahan. Dari situ kami bisa memberikan penyuluhan dan edukasi agar kondisi kesehatan masyarakat ke depan bisa lebih baik,” ujar dia.

Ia menjelaskan proses layanan kesehatan dimulai dari pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, hingga pemberian tindakan medis sesuai keluhan pasien. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, kata Fahriza, pihaknya akan berkoordinasi ke puskesmas atau rumah sakit untuk dirujuk.

“Hingga saat ini, belum ditemukan lonjakan signifikan penyakit menular di lokasi pengungsian. Meski demikian, ISPA masih menjadi kasus terbanyak dan terus dimitigasi agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” ujar dia.

Selain kesehatan fisik, Fahriza menyampaikan jajarannya juga memantau kondisi kesehatan mental warga terdampak bencana Sumatra. Selain itu, Kemenkes melakukan pemetaan sanitasi lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit pascabencana di Sumatra.

“Secara umum kondisi mental masyarakat sudah mulai pulih, memang masih ada yang mengalami trauma, tetapi mereka mulai beradaptasi. Obat-obatan, terutama obat kronik, serta alat kesehatan dan fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana masih sangat terbatas,” ucap Fahriza.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit campak menjadi penyakit menular paling diwaspadai di pengungsian di Sumatra. Guna mencegah penularan campak, Kemenkes menggelar program imunisasi khusus bagi anak-anak penyintas bencana yang berisiko tinggi.

“Nah penyakit menular yang kita amati dengan sangat ketat itu yang paling kita takut (itu) campak. Campak itu kita identifikasi ada di lima kabupaten dan kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,” kata Menkes Budi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.