Keluarga SIGAP Jadi Pilar Penguatan Layanan Kesehatan Primer
📅 Kamis, 15 Jan 2026, 22:25 WIB | Oleh: Haryo BronoMenanggapi temuan tersebut, Global Brand Director Lifebuoy, Parnil Sarin, menyampaikan, “SIGAP menunjukkan bagaimana perilaku perlindungan utama, yaitu imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan gizi, dapat menjadi kebiasaan nyata ketika keluarga dapat melihat, merasakan, dan mempraktikkannya dalam rutinitas sehari-hari.
Dengan memperluas pembelajaran dari rumah dan sekolah ke platform digital serta media massa, program ini membantu mempertahankan perilaku tersebut dalam skala yang lebih luas dan menjadikan CTPS sebagai bagian dari perjalanan kesehatan anak.”
Nutrisi: Mendukung Praktik Pemberian Makan Anak yang Lebih Baik di Rumah
Pembelajaran terkait nutrisi menunjukkan peningkatan nyata dalam praktik pemberian makan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Sementara itu praktik inisiasi menyusu dini meningkat sebesar 4,4%, sementara proporsi anak yang mencapai Keanekaragaman Pangan Minimum naik 6,8%. Hal ini mencerminkan kualitas pola makan yang lebih baik serta keputusan pemberian makan yang lebih sesuai usia di tingkat rumah tangga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan ini didukung oleh alat bantu praktis yang selaras dengan dinamika keluarga. Rata-rata, 96% pengguna menyatakan bahwa alat pelacak gizi SIGAP membantu mereka memahami pola makan harian anak, termasuk konsumsi camilan tidak sehat, serta mendorong peran bersama ibu dan ayah dalam pemenuhan gizi anak.
CEO The Power of Nutrition, Chris Skeet, menyampaikan, “SIGAP mencerminkan kekuatan kemitraan dalam mendukung gizi di tempat yang paling penting, yaitu di rumah, setiap hari. Dengan menggabungkan alat praktis, pembelajaran bersama bagi orang tua, serta keterlibatan tenaga kesehatan di lapangan, program ini menunjukkan bagaimana pesan berbasis bukti dan komunikasi perubahan perilaku dapat membantu keluarga mempertahankan praktik pemberian makan yang lebih sehat dan membangun ketahanan jangka panjang.”
Memperluas Jangkauan melalui Media dan Digital
Fase scale-up Keluarga SIGAP juga memanfaatkan media dan platform digital untuk memperluas pembelajaran di luar titik interaksi langsung. Pada periode 1 Mei hingga 30 November 2025, iklan layanan masyarakat SIGAP menjangkau lebih dari 4,7 juta orang secara nasional melalui tayangan televisi dan penempatan built-in, sehingga memperkuat kesadaran terhadap program.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di media sosial, lebih dari 1,14 miliar impresi konten SIGAP disalurkan melalui Meta, YouTube, dan TikTok di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk mendorong perubahan perilaku. Di YouTube, sebanyak 8,1 juta tayangan selesai menunjukkan tingkat retensi yang kuat terhadap ketiga perilaku SIGAP secara berurutan, sementara iklan bumper berdurasi enam detik mencatat lebih dari 130 juta tayangan selesai.
Kampanye Always On di Instagram dan Facebook menghasilkan 722 juta impresi dan menjangkau lebih dari 40 juta orang, mengantarkan audiens dari tahap kesadaran hingga pembelajaran aktif. Konten influencer yang menggabungkan tren, cerita keseharian, humor, serta suara ahli yang terpercaya menjangkau 17,9 juta orang di Instagram dan 11,8 juta orang di TikTok.
Dengan keterlibatan komunitas yang kuat, pelatihan interaktif, serta dukungan media dan digital, Keluarga SIGAP dirancang agar dapat berkelanjutan dan terus diperluas. Pembelajaran dari fase scale-up ini akan menjadi dasar bagi pengembangan program ke depan, membantu lebih banyak keluarga menerapkan perilaku pencegahan, serta berkontribusi pada masa depan anak Indonesia yang lebih sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!