Yogya Memang Istimewa, Lanjutkan Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa Korban Bencana Sumatera
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 05:13 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
YOGYAKARTA – Lirik “Jogja jogja tetap istimewa” tak sekadar lagu, melainkan menyata dalam kenyataan. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memperpanjang bantuan biaya hidup bagi 1.296 mahasiswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Prinsipnya itu, jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO ('drop out') karena orang tuanya tidak mampu mengirim lagi dan menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai," ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa. Sultan menjelaskan, perpanjangan bantuan itu diwujudkan melalui skema estafet pendanaan sektor perbankan dan Pemda DIY.
Pada tahap awal, sektor perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY memberikan tambahan dukungan pendanaan sebelum dilanjutkan sepenuhnya dengan anggaran Pemda DIY. "Nanti akan disambung dari pemda selama enam bulan, dengan harapan dalam waktu enam bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali," kata Sultan.
Dalam tahap transisi ini, sektor perbankan menyuntikkan tambahan dana sebesar Rp500 juta. Dana tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama sekitar 1,5 bulan sebelum dilanjutkan oleh Pemda DIY. "Yang terpenting, mahasiswa menerima biaya hidup untuk mengurangi beban orang tua," ujar Sultan HB X.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan dukungan tersebut merupakan bentuk konsistensi sinergi antar-lembaga dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana. Penyaluran bantuan tetap dilakukan melalui Bank BPD DIY seperti skema sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menyampaikan dana biaya hidup ini agar teman-teman mahasiswa bisa terus bersekolah dan menyelesaikan studinya dengan baik. Mekanismenya tetap konsisten seperti sebelumnya melalui Bank BPD DIY," kata Sri Darmadi. Program bantuan itu merupakan kelanjutan dari fase pertama yang direncanakan berlangsung selama enam bulan.
Dengan adanya tambahan durasi dukungan dari sektor perbankan, Sri Darmadi berharap orang tua mahasiswa di daerah terdampak bencana memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga. Ia menyebut, setiap mahasiswa terdata menerima bantuan sekitar Rp300 ribu per bulan yang disalurkan melalui kelompok-kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan Bank BPD DIY.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!